Akibat Dari Merebaknya Virus Corona Pengunjung Objek Wisata Menurun Drastis

buser-bhayangkara74

Polsek Ciwidey – Dampak virus corona, Sejumlah objek wisata mengalami penurunan pengunjung hingga mencapai 80 persen, yang tidak hanya terjadi pada hari biasa tetapi juga terjadi pada saat hari libur.

 

Pengelola Glamping Lakeside, H. Endang Suherman, mengungkapkan bahwa semenjak isu Virus Corona atau Cobid 19 merebak sejak empat bulan lalu dan saat ini sudah memasuki wilayah Indonesia, jumlah pengunjung objek wisata Glamping Lakeside berkurang hingga mencapai angka 80 persen. Menurut Endang, hal tersebut juga terjadi pada objek wisata lainnya.

 

“Apalagi untuk restoran, berpengaruh sekali. Penurunan ini tidak hanya berlaku pada hari biasa, hari libur juga sepi pengunjungnya,” ungkap H. Endang saat ditemui Humas Polsek Ciwidey di objek wisata Glamping Lakeside, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Minggu (22/3/2020).

 

Endang menuturkan jika sudah ada dua grup wisatawan yang membatalkan pesanannya. Tetapi, Endang menyakinkan kepada masyarakat jika objek Wisata Glamping Lakeside ini aman untuk dikunjungi, karena dari awal lokasi pembelian tiket hingga disetiap wahana yang ada di Glamping Lakeside sudah disediakan tempat cuci tangan, handsinitizer hingga pengecek suhu badan.

 

“Saya pastikan Glamping Lakeside aman untuk pengunjung. Kami juga sudah meminta pemerintah desa untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, supaya Glamping Lakeside ini bisa di sterilisasi dengan penyemprotan,” tutur Endang.

Sementara itu, Salah seorang pengunjung objek wisata Glamping, Indra (40), mengatakan bahwa dirinya tetap menikmati waktu liburannya di Glamping Lakeside ini. Karena dirinya terus memastikan kebersihan diri dan keluarganya saat berlibur.

“Kebetulan lagi nengok saudara, jadi sekalian main kesini,” ujar Indra.

 

Dengan adanya isu Virus Corona ini, kata Indra, suasana di objek wisata jadi lebih sepi. Para pedagang yang ada di objek wisata juga sepi pembeli. Walaupun demikian, Endang merasa senang karena pengelola objek wisata Glamping Lakeside menyediakan fasilitas kebersihan yang lengkap.

“Semoga virus corona ini bisa cepat ditemukan penyelesaiannya,” harap Indra.

 

Sementara menurut Kombespol Hendra Kurniawan, S.I.K melalui Kapolsek Ciwidey AKP Ivan Taufiq, SH saat dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polsek Ciwidey Bripka Ganda mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, agar objek wisata yang ada di Kecamatan Rancabali bisa dilakukan penyemprotan untuk steriliasasi. Hal tersebut merupakan usulan dari para pengelola objek wisata. Objek wisata yang ada di Kecamatan Rancabali ini cukup banyak yaitu dari mulai Ciwidey Valley, Glmaping, Rancaupas, Kawah Putih, MT High Land, Ciwalini, Cimanggu dan Kawah Rengganis termasuk yang masih bekembang sekarang ini yaitu wisata yang dikerjasamakan dengan Bumdes.

 

“Secara prinsip objek wisata ini memiliki andil dalam menopang PAD Kabupaten Bandung. Walaupun demikian, proses kegiatan yang ada di objek wisata harus terjamin keamanannya sehingga para pengunjung bisa tenang dalam menikmati liburannya,” ucap AKP Ivan.

 

Terkait dengan Maklumat Kapolri tentang peningkatan kewaspdaan resiko penularan infeksi corona, pihaknya sudah menindaklanjuti surat tersebut ketingkat desa, dan secara berjenjang ketingkat RW dan RT, hingga ke para pengelola wisata yang ada di Kecamatan Rancabali. Tetapi terkait penutupan objek wisata, kata AKP Ivan, itu bukan kewenangan dari Kepolisian.

 

“Terkait dengan penutupan suatu objek wisata maka Dinas Pariwisatalah yang memiliki kewenangan. Penutupan juga dilakukan apabila suatu objek wisata tidak menaati MaklumatbKapolri tersebut,” Kata AKP Ivan.

 

Red