Bantuan Dana Desa Di Desa Belatu Tahun 2017 s/d 2019 Diduga Terbengkalai

SULTRA/buser-bhayangkara74

Diketahui bantuan dana desa pada tahun 2017 sebesar Rp. 743.156.000,- adapun penggunaan fisik pekerjaan pertama yaitu Peningkatan Usaha Tani dengan panjang lahan 1.000 meter, namun pekerjaan tidak selesai karena diduga ada penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Belatu, Muh. Yasin, hal tersebut berakibat pada pekerjaan peingkatan usaha tani terbengkalai.

Dilain waktu, terkait pekerjaan fisik yang kedua, bantuan dana desa tahun 2018 sebesar Rp. 820.250.000,- untuk pekerjaan Pembukaan Jalan Usaha Tani dengan panjang lahan 1.200 meter dengan hasil “Pekerjaan Fiktif”. Kuat dugaan kepada mantan Kades Belatu Muh. Yasin menurut narasumber yang enggan dipublikasikan namanya dalaamm narasi berita ini, bahwa mantan Kades Belatu tersebut diduga telah merugikan uang negara sebesar Rp. 200.000.000.

Kemudian di tahun 2019 kembali Desa Belatu mendapat Bantuan Dana Desa sebesar Rp. 745.200.000,- dibagi oleh 2(dua) macam paket pekerjaan, diantaranya (1). Pekerjaan Pembangunan Gedung TPQ dengan hasil pekerjaan selesai 100%, dan (2). Pekerjaan Jembatan Semi Permanen dengan hasil pekerjaan yang tak terselesaikan. Terlihat papan roda sebanyak 15 lembar diperkirakan senilai Rp. 17.000.000,. lalu terlihat timbunan di kedua ujung jembatan yang juga belum dikerjakan, plesteran lening atas juga belum terselesaikan dan kedua fisik pekerjaan tersebut tidak sesuai Juknis.

Terbukti dari gelagar yang disambung, sehingga pada bagian tengah jembatan tersebut terlihat turun, ditambah penggunaan tiang gelagar yang sangat kecil dan tidak sesuai peruntukannya.

Berdasarkan pemberitaan tersebut di atas, kami para awak media perwakilan Sulawesi Tenggara berharap kepada Inspektorat Kabupaten Konawe agar menindaklanjuti dan memeriksa dengan melakukan audit langsung kelapangan, lebih baik lagi membawa serta perwakilan dari aparat kepolisian setempat.

Safruddin Daudo – Sultra