Covid-19, Kota Mataram,Lotim Dan Lobar NTB Masuk Dalam Transmisi Lokal

 

Buset Bhayangkara 74 NTB,” Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dr. Nurhandini Eka Dewi menyatakan ada 3 Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat masuk dalam kategori transmisi lokal.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi pada Kamis (23/4/2020) di Mataram.

Kadis menjelaskan berdasarkan pengumuman dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal,17 April 2020 bahwa ada 3 Kabupaten/Kota di Provinsi NTB ditetapkan dalam kategori transmisi lokal.

Kabupaten/Kota di NTB yang dimaksud sebagai daerah yang menjadi transmisi lokal adalah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Timur.

Bahwa transmisi lokal adalah daerah yang sudah terjadi penularan dari penderita pertama ke orang-orang di sekitarnya.

“Kita melihat beberapa penderita, keluarganya juga sakit atau ikut terjangkit virus ini, ada yang suaminya pertama kena dan kemudian anak serta istri juga menderita, inilah yang dimaksud dengan transmisi lokal,” terangnya

Dengan ditetapkannya tiga kabupaten/kota ini menjadi daerah transmisi lokal, dr. Eka mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap wabah Covid-19.

Tingkatkan kewaspadaan dengan mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah demi kebaikan dan keselamatan kita bersama.

“Kita tidak tahu siapa dia di sekitar kita yang kemungkinan menular kan kepada kita. Karena itu anjuran memakai masker saat keluar rumah itu harus dipatuhi. Maskerku, melindungimu, maskermu melindungiku,” tutur nya.

Kadis berharap kepada semua masyarakat untuk tetap memakai masker dan tetap menjaga jarak dengan orang lain jika terpaksa harus keluar rumah.

“Masker akan melindungi dari percikan ludah lawan bicara, social distancing dua meter harus dipatuhi,” sebutnya.

Kadis mengingatkan masyarakat agar tetap di rumah. Hal itu adalah cara paling ampuh untuk mencegah penularan virus Covid-19 yang sedang melanda hampir seluruh wilayah di dunia ini.

“Anjuran di rumah saja itulah anjuran yang benar-benar efektif untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini,” tuturnya.

Untuk masyarakat yang telah berkeluarga yang mempunyai anak, agar keluarga tersebut tetap menjaga putera/puterinya dengan mengurangi kontak fisik antara anak dengan orang lain karena hal itu dapat berisiko bagi anak-anak.

“Yang punya anak-anak tolong kalau tidak terlalu penting agar anak-anaknya tidak usah keluar rumah. Jaga anak-anak anda, jangan dibiarkan digendong oleh sembarang orang yang kita tidak kenal. Kita tidak tahu keadaan kesehatannya dan mungkin mempunyai risiko untuk menularkan kepada anak-anak kita,” harapnya.

Sementara itu Gubernur NTB melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos, MM berharap agar kerjasama dan  kolaborasi gugus tugas dapat terus ditingkatkan terutama dengan pemeritah kabupaten/kota se NTB.

Pemprov NTB sejak awal sudah  melakukan pencegahan hingga melakukan penanggulangan dampak sosial akibat pandemi ini.

“Salah satunya yaitu pemerintah membentuk Corona Crisis Center Provinsi NTB , dengan mengupdate jumlah warga yang diduga terinfeksi melalui laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id/ dan menyediakan layanan
Hotcall Covid-19 di 081802118119,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi NTB telah menyediakan empat Rumah Sakit Rujukan Utama bagi penanganan Covid-19 yaitu RSUD Provinsi, RS Selong Lotim, RS Manambai Sumbawa dan RS Bima serta 17 Rumah Sakit Rujukan Kedua di seluruh kabupaten/kota se-NTB, dengan jumlah tempat tidur ruangan isolasi di seluruh NTB sebanyak 68 sejak pertengahan April 2020.

Jumlah jumlah ini akan terus ditambah sampai mencapai 235 tempat tidur di isolasi dan yang sedang dalam persiapan sejumlah 380 tempat tidur dengan  RS Unram, Asrama Haji, hingga Wisma Tambora.

Taqwa NTB