DIDUGA BELUM MENGANTONGI IZIN ‘CIRCLE K’ BRAGA LANGGAR MORATORIUM WALIKOTA BANDUNG

Buser Bhayangkara74 – Pemerintah kota Bandung mestinya harus mengambil langkah represif berupa penyegelan terhadap pasar modern yang semakin menjamur saat ini, di tahun 2019 saja jumlah mini market ada 705 itu menurut Pemkot Bandung terdaftar atau memiliki izin, berbeda dengan pantauan tim liputan mbb74, menyangkut izin pasar modern banyak oknum yang diduga memalsukan izin, tahun 2020 sekarang pembangunan mini market atau pasar modern semakin bertambah di setiap sudut kota Bandung terindikasi banyak tidak mengantongi izin/ rekomendasi wilayah atau kelurahan setempat, Pemkot dan POL – PP harus melakukan pendataan kembali terhadap toko-toko modern diduga tak berizin, sesuai Instruksi Gubernur Jawa barat harus ada moratorium atau pemberhentian sementara perizinan minimarket.Terkait moratorium perizinan minimarket, untuk mengusulkan dasar hukum berupa Peraturan Nomor No. 21 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pasar, Retribusi Pelayanan Pasar dan Retribusi Pasar Grosir dan/atau Pertokoan,
Disperindag juga mestinya pro aktif tidak sama sekali memberikan izin baru atau penambahan jumlah minimarket, dan kalau yang sudah berdiri habis jangka waktu izinnya jangan diperpanjang, ada delematisnya keberadaan minimarket satu sisi masyarakat butuh fasilitas 24 jam, sisi lain pemerintah tegaskan perda No. 21 tahun 2011.

Satu lagi temuan pewarta mbb74 Jabar, Persis masuk pengkolan jalan Braga berdiri gedung mewah Pasar Modern ” CIRCLE K ” ketika tim pewarta mbb74 mewawancarai Sekretaris Lurah Braga kecamatan Sumur Bandung sdr, Pandu mengungkapkan memang itu pindahan dari Pasteur, tapi belum ada izin atau rekomendasi dari kelurahan, Pandu juga mengarahkan silakan konfirmasi ke Managernya CIRCLE K sdr, Sahrul, berbeda dengan Klarifikasi Sahrul ketika di Konfrontir by Chat WhatsApp nya dengan singkat beliau menjawab bahwa saya ( Sahrul ) kepada tim pewarta mbb74 hanya Staf biasa, silakan hub HR selaku yang berkompeten menjawab, lalu ketika dalam balasan Chatting HR menjawab saya hanya keamanan di Circle k, tim Pewarta mbb74 hanya minta di Klarifikasi atas izin Circle termasuk berdiri di lahan Cagar budaya!!! tetapi berbeda dengan Klarifikasi HR ” kalau ada yang ganggu Circle k nanti ketemu saya ” dalam aturan UU Pers No. 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1, pasal 4 ayat 2 dan 3, Profesi kewartawanan dalam melakukan tugas atau berbentuk konfirmasi, liputan untuk Pemberitaan atau kosumsi publik, tidak boleh di halang – halangi, karna untuk Informasi keterbukaan publik, sesui UU No. 14 tahun 2008,

Pertanyaan Publik kenapa Pasar modern Circle k di jalan Braga yang diduga ilegal melanggar Perda No 21 tahun 2011 tersebut, juga tidak mengindahkan Moratorium Pemkot dan Gubernur Jawa barat belum di Police Line, karena ini Gurita dari perusahaan besar dampak dari usaha kecil, harus ada regulasi ulang agar tidak mengancam keberadaan pasar tradisional atau warung – warung kecil masyarakat itu atensi pemerintah bukan diabaikan, mana Disperindag dan DPMPTSP, mana taringnya Satpol PP selaku penegakan Perda dengan semerawutnya, menjamurnya pasar modern, seperti Alfamart, Indomaret, Hipermarket, Borma, dll.

Ajang/Roby