Diduga Dana Aspirasi Buat Ajang “Bacakan” Dan Dikerjakan Asal Asalan Proyek Pembangunan Drainase Di DK Rembul Desa Tumberep Terkesan Amburadul

Buser Bhayangkara 74,” Batang – Pembangunan Drainase jalan di Dk. Rembul Desa Tumberep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang tampak seperti dikerjakan asal-asalan Pasalnya, Drainase jalan yang dibangun dengan dana kurang lebih Rp.95 juta Tahun Anggaran 2019 ini terkesan amburadul.

“Dari investigasi di lapangan, tanah terlihat tidak dipadatkan hingga menyebabkan bayak pengendara motor jatuh terpeleset karena tanah dari galian Drainase tersebut berserak di badan jalan. Selain itu ada dua titik yang belum selesai, ketika hujan air hujan malah lewat di tengah jalan sehingga jalan poros antar Dukuh itu sering menyebabkan kecelakaan tunggal karena terpeleset,
dan diduga pekerjaan drainase tersebut belum selesai sampai saat ini, hanya terlihat tanah yang sedikit dihampari batu kerikil.
sedangkan pembangunan infrastruktur tersebut harusnya udah selesai pada Desember TA. 2019 yang lalu.”

Dari wawancara di lapangan, warga yang namanya tidak mau disebut, mengatakan bahwa pembangunan drainase jalan tersebut dari aspirasi Dewan PPP, Bpk Imanullah.” dengan nilai ada Rp.95 Juta untuk pavingisasi TK dan pembangunan drainase di Dk.Rembul, tidak sesuai spek,dan diduga dikerjakan asal-asalan.

“Mantan ketua BPD mengatakan dengan Desa seluas ini kepala Desa kalau tidak tegas akan selalu mundur dan akhirnya pembangunan tersebut terbengkalai”
Sementara itu, sewaktu pengerjaan proyek tersebut di borongkan kepada pihak ketiga, dan alhasil bangunan tersebut sempat berhenti selama sebulan lebih bahkan banyak warga masyarakat yang melewati jalan tersebut udah ada beberapa korban yang jatuh kepleset, terangnya,saat di konfirmasi awak media MBB74, Jumat (14/2-2020).

“Untuk diketahui proyek pembangunan drainase jalan Dk, Rembul di kerjakan oleh pihak ketiga. dengan dana kurang lebih Rp.75 Juta di tambah Rp.20 Juta Tahun Anggaran 2019.
padahal warga masyarakat sekitar banyak banget yang butuh pekerjaan tapi kenapa proyek
Desa malah diborongkan ke pihak ketiga yang tenaga kerjanya dari luar Desa semuanya, terangnya.

Selanjutnya di lain hari nya tim MBB74 konfirmasi kepada sekertaris Desa Tumberep Slamet Muhayin “menjelaskan sejelas-jelasnya Dana aspirasi itu udah di ambil dan nilainya ada,75 Juta ditambah 40 Juta ditambah 20 Juta + 20 Juta + 20 Juta semuanya ada kisaran Rp 175.Juta kurang lebihnya.
kalau untuk pembangunan tersebut saya tidak ikut mengerjakan, hanya bersama-sama untuk bikin SPJ” nya saja dan semua kegiatan tersebut yang mengerjakan tim yang membawa aspirasi tersebut, yang katanya akan mengerjakan juga mau mengawal, selaku timsesnya PPP, Mugi perangkat Desa Wonokerto, pada saat pencairan uang di bulan Januari Tahun 2020,uang di ambil bendahara Desa pak Santoso,terus di serahkan kepada Kades, definitif dan uang tersebut di serahkan kembali ke pak Mugi selaku pihak ketiga atau yang mengerjakan pembangunan infrastruktur tersebut,”terang nya sekertaris Desa.

Dan saat di konfirmasi di kantor Balai Desa M.Najib sendiri selaku Kepala Desa Tumberep, menjelaskan akan dikerjakan mas,tapi memang pemborong nya masih mengerjakan di tempat lain,nanti kalo sudah di selesai pekerjaan di dukuh rembul mau dikerjakan” terang Najib.

kenyataannya sampai saat ini progres pekerjaan belum selesai dan pekerjaan pembangunan seakan molor dan di kerjakan tersebut dengan bahasa kalau untuk dana tersebut saya tidak tau persis karena saya kan masih baru, juga masih belajar tapi Spj nanti yg bikin dari pihak Desa”terang kades

Saat tim MBB74 korfirmasi kepada pihak kecamatan Bandar melalui telepon WhatsApp terkait dana Aspirasi sendiri pak camat Haryono memberikan keterangan bahwa

“Njenengan hubungi MUGI saja mas dia adalah perangkat Desa Wonokerto yg lebih tau pproyek Aspirasi itu tersebut ada keterlibatan Dia dalam proses penerimaan Aspirasi di desa Tumbreb, njenengan temui saja langsung” terang Haryono

Saat Tim MBB 74 bmengembangkan informasi tersebut pak camat memberikan petunjuk melalui kasi trantib kecamatan bandar yaitu pak Zaenal perihal menanyakan proyek Aspirasi di Desa Tumbreb,pak Zaenal memberikan keterangan memang benar bahwa Mugi adalah perangkat desa Wonokerto bandar yg biasa jadi makelar proyek,jelas Zaenal.

Saat Mugi di hubungi tim MBB 74 melalui WhatsApp MUGI menjelaskan
“memang itu proyek Aspirasi mas,dari Dewan imannuwoh tapi yg mengerjakan mas ANTO ,kami pun sudah MoU dengan pihak Dewan dan pihak Desa dia orang Wonotunggal dan dia pemborong,jelas Mugi.

Dari beberapa keterangan kronologi diduga kuat proyek Aspirasi di Desa Tumbreb sendiri jadi ajang ”BANCAKAN”baik dari Dewan,pihak ketiga maupun Desa.

Sampai berita ini diturunkan belum ada tindakan atau pantauan dari pihak2 dinas terkait dan dari kecamatan bandar sendiri dan terkesan tutup mata akan ada nya praktek proyek Aspirasi yg garis besar nya buat “AJANG BANCAKAN” yg harus nya menjadi tanggung jawab bersama ini

(TRESNO/AGUS)