Ditreskrimum Polda NTB Bekuk Komplotan Curanmor dan Gembong Penadah.

Buser Bhayangkara 74 – Direktorat Reserse Kriminal umum Polda NTB dalam sepekan meringkus komplotan kawanan Curanmor dan gembong penadah di tiga lokasi yang berbeda. Dua korban dari kejahatan ini adalah anggota TNI-Polri. Ironisnya dari pelaku Curanmor tersebut dua diantaranya masih remaja belasan tahun.

Penangkapan pelaku curanmor terjadi di tiga tempat yang berbeda. Dalam siaran pers yang di gelar di Mapolda NTB ( 14/01/2020). Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, SIK, M.SI menjelaskan, mulai awal januari tahun ini Polda NTB berhasil mengamankan pelaku curanmor berinisial DW dan sekaligus menangkap dua orang penadah hasil kejahatan curanmor berinisial AR dan SG. Kini ketiganya diamankan ditahanan polda NTB. Kasus ini hasil pengembangan kasus tersangka RL yang sebelumnya sudah di amankan terlebih dahulu.

Pelaku dan tersangka DW dalam melakukan aksinya kali ini di halaman parkir Masjid Raya kota Mataram dan berhasil membawa kabur Satu unit sepeda motor merk Honda Beat, satu lagi membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Vario 125 warna merah dengan modus mematahkan kunci kontak dengan menggunakan kunci leter T.

Direskrimum Polda NTB Tanggal 7 Januari 2020, mengamankan dua orang tersangka Curanmor yang masih remaja usia belasan tahun. Tersangka yang masih belia ini berinisial MRH (17) asal Dusun Gunung Jarak Desa Teruwai Kecamatan Pujud Lombok Tengah. Dan temannya MHP (18) asal Dusun Bungklok Desa Teruwai Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Kedua tersangka ini berhasil di amankan saat anggota Ditlantas Polda NTB sedang melaksanakan pengaturan lalulintas pagi, dilihat oleh petugas kedua pelaku tidak menggunakan helm serta tidak dapat menunjukkan surat-surat sepeda motornya. Selanjudnya petugas mengamankan keduanya ke Mako Polda NTB. Setelah di lakukan pengecekan oleh petugas dengan mengecek nomer mesin dan nomer rangka, diketahui bahwa sepeda motor pelaku baru saja di laporkan hilang di rumah korban. Selanjutnya korban di ketahui beralamat di BTN Pepabri kelurahan Pagesangan Kota Mataram. Atas nama Zaran Edy Isnaini.

Dari pengakuan kedua tersangka keduanya saling membagi tugas, MRH sebagai eksekutornya dengan merusak kunci kontak menggunakan kunci leter T, sedangkan MHP duduk di atas motor sambil melihat situasi sampai MRH berhasil membawa kabur kendaraan curiannya.
Kini kedua tersangka dan barang bukti di amankan di Mako Polda untuk proses hukum selanjutnya.

Akibat perbuatan pelaku curanmor tersebut, terduga pelaku telah melanggar pasal 363 ayat 3 dan 4 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, SIK, M.SI dalam siaran pers nya menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya dalam setiap waktu, agar terhindar dari kejahatan Curanmor. Selalu memakai kunci ganda pada kendaraannya, parkirlah di tempat yang aman dan ada orang yang mengawasinya. Jika terjadi musibah pencurian sepeda motor segeralah melapor pada aparat kepolisian setempat.

(Fajar–Mataram, NTB).

Tinggalkan Balasan