FBN NTB, Forum Bela Negara gelar acara Dialog Kebangsaan

Buser Bhayangkara 74, – ” Memperkuat Nasionalisme melalui pemantapan nilai-nilai Bela Negara.” Moto ini memberi makna dalam misi kebangsaan yang di selenggarakan oleh FBN ( Forum Bela negara) NTB, yang berlangsung di Hotel Lombok Raya Mataram kamis (16/01/2020). Acara ini dihadiri oleh puluhan anggota Bela Negara, tokoh masyarakat, perwakilan Mahasiswa. Dosen dari beberapa Universitas serta beberapa tokoh masyarakat di NTB.

Sekertaris DPW FBN NTB H. Muharrar Iqbal MA. dalam wawancara dengan MBB 74, mengatakan, ” Acara seperti ini penting di lakukan untuk menyatukan misi, persatuan dan kesatuan Bangsa. Banyaknya ormas- ormas yang bermunculan di masyarakat membuat FBN menguatkan garis depan untuk menciptakan jiwa cinta tanah air, dan memberikan pendidikan wawasan nusantara kepada masyarakat.” Jelas Iqbal.

Masih Iqbal, Kegiatan seperti ini akan sering di adakan untuk memberikan pemantapan dan pendidikan terhadap masyarakat dalam
Membangun silaturahmi dengan komponen – komponen bangsa. Acara kali ini juga Dalam rangka menguatkan nilai-nilai kebangsaan dan rasa cinta terhadap negara, sesuai dengan kapasitasnya masing- masing.

Hadir dalam acara kali ini Tuan Guru H. MS Udin ketua IKAL ( Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas) NTB memaparkan. Mengacu kepada negara negara adi jaya di dunia seperti Amirika Serikat, Jepang, Israel dll, negara negara ini memperkuat dan mewajibkan seluruh warga negaranya untuk Bela Negara. Hal ini membuat pertahanan negara mereka sangat kuat.

Lemhanas menilai negara kita sekarang ini mulai rapuh dalam pertahanan negara. Gejala rapuhnya pertahanan negara adalah banyak munculnya faham – faham radikalisme, kejahatan yang selalu meningkat di setiap tahun, peredaran narkoba yang tak terbendung yang sudah masuk ke segala penjuru. Inilah sebagian ciri rapuhnya pertahan negara. Tambah MS. Udin.

Wawasan nusantara sangat penting artinya bagi generasi bangsa dan masyarakat, untuk meciptakan nasionalisme kebangsaan.

Kolonel Infantri Eko Suprihantoro Kepala Kantor Pertananan dan Keamanan Provensi NTB dalam forum ini memaparkan, penting nya jiwa nasionalisme kepada seluruh masyarakat Indonesia sangat di butuhkan untuk menciptakan rasa kebangsaan yang kokoh dalam memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa. “NKRI adalah harga mati.” Paparnya dengan semangat.

Kolonel eko melanjutkan, Bela negara adalah sikap dan prilaku terhadap pembelaan negara kesatuan Republik Indonesia. Dan ini harus di awali dari diri kita sendiri baru ke orang lain. Esensi bela negara adalah cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada pancasila sebagai idiologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, disinilah akan tercipta jiwa bela negara yang sesungguhnya. Jelasnya.

Anggota FBN di manapun mereka berada harus mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih cinta produk dan makanan nasional.Karena dengan mencintai produk dan makanan Indonesia ini adalah bentuk wujud dari bela negara. Stop..Jangan bangga dengan budaya dan produk luar negri. Kerena akan merusak jiwa nasionalisme bangsa. Tambahnya.

Pengawasan pendidikan terhadap anak-anak dan generasi muda kita sangatlah penting karena ini adalah wujud pelaksanaan bela negara. Mempertahankan seni dan budaya daerah adalah sarana untuk mempersatukan bangsa.

Bentuk membela negara sekarang ini tidak seperti di jaman dulu waktu perang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Dulu membela negara dengan senjata tapi sekarang membela negara dengan konsep, pendidikan serta tindakan yang nyata di dalam masyarakat, dalam bentuk program-program dan kegiatan kemasyarakatan. Mari ciptakan generasi muda kita dengan mengenal pancasila sebagai dasar negara yang kuat serta letakkan nilai-nilai kebangsaan yang mencintai produk dan budaya sendiri. Hidup NKRI.

(Fajar-Mataram,NTB).

Tinggalkan Balasan