Forkopimda Kabupaten Sekadau Menindak lanjuti Surat Edaran Mentri Agama, Tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadhan Di Tengah Wabah Pandemi Covid-19

 

Buser Bhayangkara74,” Sekadau-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) bersama sejumlah tokoh agama, dan tokoh adat di Kabupaten Sekadau, mengadakan rapat bersama membahas tentang panduan pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 hijriah, di ruang serba guna kantor Bupati Sekadau.
(22/4/2020).

Menindak lanjuti surat edaran menteri agama No. 6 Tahun 2020. Tanggal 6 april 2020 tentang panduan ibadah Ramadhan dan idul fitri 1 syawal 1441 hijriah di tengah pandemik wabah Covid 19, dan menindak lanjuti surat Fatwa MUI No 14 tahun 2020, tanggal 16 maret 2020,

Rapat berlangsung di pimpin oleh Bupati Sekadau Rupinus. SH. M.Si.
Bupati memberi arahan dalam upaya menyikapi semakin meluasnya penyebaran Virus Corona yang telah di tetapkan sebagai pandemik oleh WHO dan mengingat Kabupaten Sekadau telah di tetapkan sebagai Daerah Siaga Darurat.

Kementrian agama Kabupaten Sekadau, bersama pimpinan lintas Agama, pimpinan lintas Budaya, dan pimpinan Organisasi kemasyarakatan secara bersama-sama membuat kesepakatan terhadap orang yang masuk di wilayah Kabupaten Sekadau

“Dalam melaksanakan ibadah dan kegiataan keagamaan bagi seluruh umat beragama Kabupaten Sekadau untuk mematuhi surat edaran Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten, Fatwa dan Tausiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau himbauan dari masing-masing pimpinan umat beragama baik tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten,” kata Bupati Rupinus

Ketua MUI Kabupaten Sekadau KH. Muhdlar, S.Pd.I, M.M mengatakan tentang bagaimana menyikapi akan hadirnya bulan suci Ramadhan sehingga dari hasil keputusan yang di tetapkan akan bersama-sama.

Maka jelas mengaju kepada himbauan di sampaikan oleh kementrian agama yang di sampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa pelaksanaan Ramadhan bagaimana pun juga dengan sungguh-sungguh bahwa bulan puasa tetap kita laksanakan dengan baik. Namun caranya tidak berkumpul bersama dengan masyarakat banyak.

Lanjutnya, tidak ada buka bersama dalam melaksanakan sholat Tarawih. Dan tarawih di laksanakan bersama-sama di rumah tidak dengan orang banyak. Begitu pula ibadah yang lain, termasuk sholat Idul Fitri juga di laksanakan secara pribadi atau dengan keluarga di rumah,” himbau Muhdlar

Himbauan ini disampaikan agar masyarakat Kabupaten Sekadau mengindahkan hasil keputusan yang telah di putuskan bersama-sama oleh Pemerintah Daerah.
(Jhon/Yanti)