Oktober 19, 2019

Hai Para Konglomerat Sawit, Jangan Bunuh Kami Dengan Debu-Debu Kentalmu

Buser Bhayangkara74 – Sekadau

Musim kemarau & dampak Karhutla 3 bulan belakangan ini sangat mengganggu kondisi kesehatan warga di jalur lintasan jalan ex PT Kayu Lapis, Kabupaten Sekadau. (18/9)

Apabila kita melintas dari Simpang 4 Kayu Lapis sampai ke daerah hulu dibeberapa titik badan jalan kerap kita temui tulisan warga setempat, contoh “Apabila punya hati nurani, tolong siram jalan ini” dan tulisan lainnya yang ditujukan kepada pihak perusahaan setempat.

Tulisan berkonten himbauan sekaligus menggambarkan jeritan hati para warga ini, dianggap seakan-akan hanya merupakan “celoteh” dan tidak pernah dihiraukan oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan, yaitu pihak pengusaha dan perusahaan.
Dimana armada angkutan TBS siang malam melintasi jalur itu.

Seperti penjelasan dari beberapa warga yang berhasil dikutip MBB 74, Yosef salah seorang warga mengatakan jalan ini statusnya milik PT Kayu Lapis. Tapi sejak PT Kayu Lapis tidak operasi lagi, banyak perusahaan-perusahaan Sawit masuk di daerah kami ini.
Sebenarnya, khusus pihak perusahaan Sawit ini udah nyaman, dirikan perusahaan jalan sudah ada.
Tidak perlu repot-repot lagi buat jalan baru, ucap Yosef kesal.

Tapi, nyatanya perusahaan Sawit ini terlalu mau enaknya saja.
Jalan yang sudah ada pun tidak dirawat.
Khususnya PT MPE (Multi Prima Entakai) ini, setiap hari armadanya bawa TBS lewat depan rumah kami tapi untuk nyiram jalanpun tidak pernah sama sekali di wilayah binaannya, ujar warga lain.

Lanjut Yosef, seharusnya pihak perusahaan ini bertanggungjawablah.
Jalan rusak ya di perbaiki, musim kemarau panjang seperti sekarang ini, tolong jalan disiram.
Apalagi rumah warga yang sangat dekat ke bahu jalan sangat merasakan debunya, ditambah lagi dengan parahnya kabut asap ini sangat beresiko terhadap gangguan pernapasan terlebih anak-anak.
Seperti kejadian sekarang, dampak dari debu dan kabut asap ini sudah banyak pasien terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) masuk di RSUD Sekadau Ungkapnya.

Yosef juga menjelaskan bahwa selama kemarau panjang ini, sekalipun pihak Perusahaan tidak pernah melakukan penyiraman jalan, padahal PT MPE sudah MOU dengan Perusahaan lainnya terkait pemeliharaan jalan dan sudah berbagi area 10 km per setiap perusahaan. Setau kita macam PT Agro Andalan, area dia dari km 10 sampai km 20 sering melakukan perawatan dan penyiraman jalan, imbuhnya.

Padahal sudah pernah beberapa kali kita usulkan ke pihak perusahaan, tapi tidak digubris juga. Dimana hati nurani mereka ?
Mereka dapat untungnya, kami yang kenyang makan debu.

Permintaan kami warga, selama ini himbauan kami tidak dihiraukan pihak perusahaan, jadi kami minta tolong kepada pejabat yang berwenang agar memberi teguran.
Bila perlu diberikan sanksi berat kepihak perusahaan yang mengabaikan tanggung jawabnya untuk melakukan penyiraman jalan, pinta Yosef Cs.!!

Jhon – Sekadau

Share this:

%d blogger menyukai ini: