Harapan Agen E-warong dalam Program Sembako

Buser Bhayangkara74 – Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) oleh pemerintah sudah dimulai sejak masa krisis moneter. Kini, bantuan tersebut disalurkan melalui sistem yang kemudian dinamakan E-warong. Tujuannya, untuk menyalurkan secara efisien.

Diketahui, e-warong merupakan agen bank, pedagang atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan bank penyalur bantuan dan sudah ditentukan sebagai tempat pencairan, penukaran dan pembelian bahan pangan oleh KPM

HARGA kebutuhan bahan-bahan pokok yang tersedia di elektronik warung gotong royong (e-Warong) lebih terjangkau jika dibandingkan dengan warung pada umumnya.Meskipun harga bahan-bahan pokok tersebut lebih murah, kualitasnya tetap terjaga.Hal itu sekaligus untuk memperbaiki masalah gizi masyarakat di Daerah.

Tetapi pihak yang ditunjuk sebagai e-warong ada kalanya kendala ataupun harapan demi kelancaran serta tepatnya program sembako tersebut, karena disini posisi e-warong sangatlah penting dalam pendistribusian.

Seperti kabupaten garut khusunya diwilayah kecamatan malangbong.Demi ke efektifan berjalannya program sembako tersebut banyak e-warong berinisiatif dengan mekanisme pendistribusian ke lokasi KPM, melihat kondisional transportasi yang lumayan jauh. Terpaksa Pihak e-warong yang datang langsung ke kelompok kpm masing masing.

Contohnya di agen e-warong desa Cibunar kec.malangbong Yang di pegang oleh bapak windi, ia berharap supaya penerima manfaat tersebut lebih tepat sasaran, jangan sampai yang benar benar kurang mampu tidak menerima sementara masih ada yang disebut ekonomi menengah masih mendapatkan,

Sementara agen e-warong didesa sukawayana, beliau mempertanyakan ketika ada KPM ganda,KKS telah ditarik oleh pihak bank, bagaimana tindak lanjut bank untuk kartu KKS kpm yang telah di ambil tersebut.

Lain halnya seperti agen e-warong Ibu Neni Anggraeni di Kec.kersamanah yang memegang 2 desa sebagai tenaga bantuan untuk wilayah kersamanah, ia berharap “dalam pendistribusian program tersebut agar masyarakat lebih tepat waktu, karena disini setelah musyawah keinginan masyarakat salah satunya ada bentuk sayuran, melihat jarak layak sayur tidak lama, jadi ke kuatirannya bila lama dalam pengambilan ditakutkan sayuran tersebut layu dan Semoga program ini bisa mengentaskan warga menjadi sejahtera, dan merasakan manfaatnya.”

Bambang – Garut

Tinggalkan Balasan