Jubir Pusat Penanganan Corona Dan Wabup Garut Tutupi Pasien Meninggal

Buser Bhayangkara74 – Senin pagi, Juru Bicara Garut Command Center, Ricky Rizki Darajat memberikan keterangan pers-nya sama sekali tidak menyebutkan kalau pasien tersebut meninggal. Begitu juga Wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman tidak memberikan keterangan apa pun terkait meninggalnya pasien berjenis kelamin perempuan itu. Baik Juru Bicara maupun Wakil Bupati Garut sejak Senin pagi masih berbicara seputar penanganan pasien yang berada di ruang isolasi.

Baru sekitar jam 16.00 atau hampir 14 jam setelah meninggalnya pasien tersebut, Wakil Bupati Garut dr. Helmi Budiman menyampaikan keterangan kalau pasien di ruang isolasi RSU dr. Slamet telah meninggal tiga jam setelah dijemput dari Rumah Sakit Nurhayati, karena kondisi kesehatannya cukup parah dan bukan disebabkan terpapar virus corona. Ketidak terbukaan penanganan itu, menimbulkan kecurigaan dari sejumlah kalangan. Padahal, untuk meningkatkan kewaspadaan kepada masyarakat apa yang terjadi secepatnya di informasikan.

Iman Muslim, SH, dari jaringan aktivis Pro Demokrasi Jawa Barat, Rabu (18/3) menyesalkan model komunikasi yang dibangun di Crisis Center Penanganan Corona (Garut Command Center) yang yang terkesan menutup-nutupi fakta yang sebenarnya,justru dengan menutup-nutupi fakta seperti itu, semakin membuat masyarakat gelisah. Di Pusat saja, kata Iman setiap saat update terus melalui Juru Bicara Pemerintah. “Masa sih sudah 14 jam meninggal baru diinformasikan kepada masyarakat melalui teman-teman wartawan”.

De tommy/herdy/aditya – Jabar