Kades AR Terindikasi Gelapkan Mobil Operasional Desa, Dan Dana BANGUB

Buser Bhayangkara74, Media Supremasi Hukum dan Kriminal.

Bandung, 1/12/2019 Dikutif dari sumber yang meminta agar namanya tidak di tulis di konten redaksi Pemberitaan ini, kepada Buser Bhayangkara74 media Supremasi Hukum dan Kriminal jabar , pada hari jum,at tanggal 22 bulan 11 tahun 2019 ,sumber (red) Menjelaskan ‘ kronologis tahun Anggaran 2016 – 17 Desa dalam APBDes menganggarkan pembelian 1 Unit kendaraan Mobil Avanza peruntukkannya buat operasional Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah kabupaten Bandung, sebaliknya mobil tersebut terindikasi buat kepentingan pribadi, tanpa ada kesepakatan dengan perangkat desa juga tokoh masyarakat, Mobil Avanza warna hitam tersebut, semenjak dipakai oleh AR sampai hari ini kayaknya mobil sendiri, tidak ada Striker Polos warna hitam.

Ironisnya kendaraan jenis Avanza tersebut disamping tidak ada identitas kendaraan Operasional Desa, seperti kendaraan operasional di desa lainnya, ada identitas kejelasan dan transfaransi bahwa mobil tersebut untuk apa atau boleh dipakai oleh siapa saja, asalkan buat kepentingan warga dan masyarakat, lebih menarik lagi, ketika Tim, mbb74 menelusuri dari Narasumber yang aktual dan faktual, dalam kurun waktu 3 tahun 1 unit kendaraan roda empat tersebut selaku dipakai pribadi atau hanya untuk keluarga AR, terindikasi Kades Malakasari AR melakukan pembohongan Publik ke warga desa Malakasari khususnya.

Sisi lain ungkap beberapa narasumber yang layak di percaya, ketika di Konfrontir dugaan Penyalagunaan Jabatan n Wewenang kades Malakasari, bahwa kepala desa dan perangkat desa disinyalir bekerjasama atau menutupi, termasuk kepada warga tentang dan akan keberadaan regulasi dana bumdes tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 tidak Transfaran di Desa Malakasari Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, kades AR sarat KKN.

 

Sumber juga mengungkapkan kepada pewarta mbb74, bahwa pihak Kecamatan Baleendah selaku yang memiliki kewenangan Monitoring dan Evaluasi, juga Inspektorat terkesan tutup mata tutup telinga, seolah – olah di Desa Malakasari tidak ada problema nya, lebih ke indikasi atau dugaan dari warga atau masyarakat ada Kong kalingkong antara pihak monitoring kecamatan juga Inspektorat, Narasumber berharap agar media Buser Bhayangkara74 Jabar mengungkap dugaan Penyalagunaan Jabatan Kades Malakasari lebih ke memperkaya diri sendiri bukan mengutamakan kepentingan warga.

Sumber yang enggan disebut namanya ( red ) kepada pewarta mbb74 mengutarakan, bersama warga lainnya akan meminta bantuan kepada Bupati Bandung H. Dadang M Naser juga kepala Inspektorat Kabupaten Bandung, untuk melakukan Investigasi atau pemeriksaan sesuai poksinya dengan keterbukaan, juga menelusuri keberadaan Dana BumDes dan Mobil Operasional Desa yang tidak ada kejelasannya hingga di terbitkannya pemberitaan di mbb74 ini, termasuk Bantuan Gubernur untuk pembangunan Fisik Kantor desa dua termen anggaran 2018/2019 mangkrak, belum kelar.

Klarifikasi AR pada hari Senen tanggal 27 November 2019, ketika di Konfrontir di ruangan Kantor desa Malakasari, tentang beberapa indikasi yang dilakukan oleh AR mulai AR menjabat sampai sekarang menyangkut mobil operasional beliau menjawab!!! Mobil tersebut di pakai untuk operasional, perlombaan hajatan dan lain – lain, menyangkut Bumdes juga sudah direalisasikan sesuai dengan Anggaran yang ada, begitu juga dengan bangub, akan tetapi klarifikasi dari AR adalah hak Progresifnya nya untuk menjawab, dan sumber dari warga juga meminta melalui pemberitaan di mbb74 ini juga, agar cela masuk pihak Inspektorat, Polres Bandung, Kejari Bale Bandung, Subdit Tipikor Polda Jabar agar melidik memanggil, kebenaran yang diungkapkan oleh Narasumber yang siap di hadirkan Apabila diperlukan, supaya Kades aktif AR, tidak semena – mena terhadap bantuan dan anggaran pemerintah yang di peruntukkan ke warga desa Malakasari, bukan untuk lebih ke memperkaya diri sendiri..

( RB/RM )

Share this:

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: