Kanit Samapta Ipda Asep Dadan Polsek Cikancung Mewakili Kapolsek Cikancung Iptu Carsono,SH Polresta Bandung Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 di Ponpes Fathul Huda dengan Giat Istigosah Qubro
Bandung, buser-bhayangkara74.com – Kanit Samapta Ipda Asep Dadan Mewakili Kapolsek Cikancung Iptu Carsono,SH menghadiri peringatan hari santri nasional tahun 2021, di ponpes Fathul Huda Kp. Bojongkaso Rt 02/01 Desa Cihanyir Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung. Minggu Malam (25/10/2021)
Kegiatan tersebut, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) dengan tema “Santri siaga, jiwa raga”.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Tokoh agama,tokoh masyarakat,dan para mustami yang menghadiri kegiatan tersebut 500 orang jemaah,dalam kegiatan tersebut di isi dengan kegiatan Istiqosah Qubro.
Dengan Istiqosah Qubro sebagai ikhtiar memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT agar selamat dari Pandemi COVID-19 atau virus corona. Istighosah untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT ini dilakukan secara langsung dengan menerapkan physical distancing.
Melalui istighosah, kita tentu mengharapkan ridho dari Allah SWT agar mengijabah doa-doa hamba-Nya yang memohon pertolongan kepada-Nya. Berdoa dengan penuh keikhlasan serta kekhusyukan akan membawa kita pada keselamatan.
Dalam sambutannya, Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan S.ik MM melalui Kapolsek Cikancung Iptu Carsono,SH yang diwakili oleh Kanit Samapta Ipda Asep Dadan mengatakan, maksud tema santri siaga jiwa raga adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa raga untuk membela tanah air.
“Siaga jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada aqidah, nilai dan ajaran Islam Rahmatan lil ‘allamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Sedangkan siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia”. tuturnya.
Menurutnya, siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak, melainkan juga Tazkiyatun Nafs yaitu mensucikan jiwa. Tema santri siaga jiwa raga menjadi sangat penting dan relevan di era pandemi Covid-19 seperti saat sekarang ini.
“Insyaallah santri menjadi garda terdepan ikut memerangi covid 19 dan menjadi contoh di dalam kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan dan insya Allah kontribusi santri bagi bangsa ini makin hari makin besar”. Terangnya.
Kanit Samapta juga berpesan bahwa dalam kegiatan Hari santri ini diharapakan santri untuk terus belajar dalam menggali ilmu ilmu agama, selalu berkarya, dan tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Kami berharap dengan tema “Santri Siaga Jiwa Raga” Bertumbuh Berdaya Berkarya menunjukan bahwa santri sehat bisa menjaga keutuhan bangsa, pada kegiatan upacara ini diharapkan santri sudah vaksin semua”. Pungkasnya.
(Kosim Hidayat)

