Kasus Desa Cigagade Mulai Terkuak Kembali?

Buser Bhayangkara74 – Seriuskah Kasi Pidsus Kejari Garut menuntaskan dugaan korupsi Proyek hotmik Cigagade 2018 senilai Rp.368.249.300,- dengan prediksi Total kerugian negara sebesar Rp 196 juta yang diduga pelakunya Kepala Desa Cigagade, Kecamatan BL.Limbangan Dudung dan para kroninya.

Ternyata selama dua tahun kasus tersebut dipetieskan oleh pihak Kejari Garut, Padahal kasus tersebut sudah beberapa kali dilaporkan sejumlah masyarakat Desa Cigagade ke pihak Kejari Garut sebelumnya, namun menghilang seiring bergulirnya waktu. Ada apa dan mengapa ? dan kini Kasus tersebut mencuat kembali, pihak Kejari Garut pada tanggal 6 Maret 2020 mulai memanggil dan memeriksa kembali kasus korupsi proyek hotmix Desa Cigagade , sejumlah pihak terkait mulai di panggil, yakni, bendahara desa, Ketua TPK, Kaur pemerintahan, sekdes dan kades.
Sejumlah Informasi yang kami dapatkan dilapangan, ternyata Pihak Kejati Jabar pun telah turun ke Cigagade di bulan Februari 2020, untuk melakukan sidak, klarifikasi data dan pemeriksaan fisik jalan hotmik di wilayah kampung Ranca seel-Rancasaat Desa Cigagade, dan ternyata hasilnya ada sejumlah pengurangan Volume yang seharusnya ketebalan hotmix 4.cm sesuai RAB, kenyataannya ketebalan hotmix tersebut hanya berkisar 1-2.cm saja.Dari data pengerjaan, hotmix tersebut diborongkan oleh pihak ketiga dengan nilai tender 265 juta rupiah, dengan jenis hotmix AC-WC dan dari surat pernyataan ketua TPK terkuak bahwa material hotmix yang dipasangkan hanya sejumlah 139 ton hotmix, yang seharusnya 258 ton sesuai RAB, sehingga ada dugaan pengurangan material hotmix sejumlah 146.ton yang diduga keras menjadi bancakan berjamaah.

Anggaran hotmix yang seharusnya di realisasikan secara utuh, ternyata oleh Kades dudung dipakai sebagian untuk membuat TPT sepanjang 30-40 meter di dekat jembatan rancaseel dan mengurug sebanyak 5 truk sirtu di dekat jembatan tersebut. Diprediksi dana yang dikelola oleh kades setelah dipotong Rp.265 juta oleh pemborong adalah sekitar Rp.103 juta lebih, sehingga selain mengurangi material hotmix yang direalisasikan, juga ada dana lebih BOP yang diduga keras dikorupsi juga.

“Saya pesimis pihak Kejari Garut akan menuntaskan kasus tersebut, paling akan digantung kembali kasusnya ,”Tutur DG salah satu tokoh masyarakat Desa Cigagade.

Kenapa pesimis, DG menuturkan,sebab kejadiannya tahun 2018, ujungnya hanya dipanggil dan diklarifikasi pihak kejari Garut tidak pernah menetapkan sebagai tersangka terhadap Kades Dudung dan para kroninya.

De tommy/herdy/aditya – Jabar