Lockdown Diam Dirumah Itu Indah,Tinggal Makan Tidur Dan Kebutuhan Dijamin

 

Buser Bhayangkara74,” Selama dalam karantina wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab pemerintah pusat”_

*[Pasal 55 ayat 1 UU No. 6/2018]*

Di Duga ada kesalahan pendekatan komunikasi dan psikososial yang diadopsi Pemerintah, dimana pemerintah justru menebar ketakutan pada masyarakat tentang sejumlah langkah penanggulangan wabah virus Corona. Misalnya saja, kebijakan Lockdown jika ditempuh, akan dianggap Otoriter, akan menyulitkan para pekerja mencari nafkah, dll.

Padahal, semestinya Pemerintah jujur dan membangun narasi yang menentramkan kepada rakyat. Misalnya, Pemerintah semestinya jujur bahwa kebijakan Lockdown (karantina), adalah opsi paling praktis dan strategis untuk memutus rantai transmisi penyebaran virus Corona.

Pemerintah juga wajib menghimbau agar masyarakat tidak perlu cemas jika terjadi Lockdown, sebab semua kebutuhan dasar rakyat -bahkan kebutuhan dasar hewan ternak- ditanggung Pemerintah. Rakyat hanya diminta sabar sementara berada dirumahnya, adapun semua kebutuhan dasar rakyat akan disediakan pemerintah.

Sederhananya, rakyat sementara diminta untuk tetap dirumah, makan tidur dan beraktifitas dirumah, selama Lockdown. Sedangkan kebutuhan hidup dasar mereka, ditanggung pemerintah.

Kalau komunikasi sosial semacam ini yang dilakukan pemerintah, tentulah para pekerja harian, buruh pabrik, pedagang kecil, tukang ojek, tukang parkir, akan tenang tetap dirumah. Mereka tenang, karena meskipun tidak bekerja untuk sementara waktu, telah ada jaminan pemerintah yang menanggung makan mereka.

Jika suasana psikologi sosial tenang, tentu akan sangat mendukung kebijakan Lockdown yang diambil pemerintah. Pemerintah tak perlu pusing atas adanya resiko penolakan terhadap kebijakan Lockdown.

Selanjutnya, Pemerintah bisa berfokus untuk menjamin kebutuhan pokok hidup rakyat. Apakah mau disalurkan dalam bentuk sembako langsung, atau dalam bentuk subsidi uang yang dibagikan langsung Kepada rakyat, mencontoh apa yang dilakukan beberapa negara.

Bisa kita contohi, Kongres Amerika Serikat sedang merampungkan pembahasan rancangan undang-undang yang mengatur pemberian bantuan langsung tunai senilai US$3 ribu atau sekitar Rp50 juta untuk setiap keluarga yang membutuhkan di tengah merebaknya wabah virus Corona.

Seperti Negara Bagian Western Australia membekukan tarif rumah tangga, seperti listrik, air, dan pajak kendaraan. Langkah ini diambil sebagai bantuan ekonomi di tengah merebaknya virus corona.

Pemerintah tinggal menentukan kebijakan, apakah memberikan bantuan tunai, atau menggratiskan layanan publik (air, listrik, telepon), atau melakukan kombinasi dengan menerapkan kebijakan ganda. Yakni, selain memberikan uang juga menggratiskan layanan publik.

Jadi, kalau komunikasi Pemerintah seperti ini, rakyat akan tenang. Rakyat akan berdiri bersama Pemerintah, untuk berperang melawan virus Corona. Rahman Ntb