Berita utama

LSM JCW Melayangkan Surat Ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo : Atas Pelaporan Dugaan Persekongkolan Jahat Dan Mark-Up Anggaran Proyek Tugu Hikayat Babalayar

Buser Bhayangkara74

SIDOARJO |

Tugu Hikayat Babalayar yang dibanggakan oleh warga masyarakat Kota Delta ini sebagai lambang/ikon budaya,namun mengundang kontroversi bagi para pemerhati dan sorotan publik termasuk diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat Java Corruption Watch ( JCW ) yang diprakarsai Sigit Imam Basuki,S.T dengan melihat serta menilai bangunan tugu itu secara specifiknya dari nilai kontruksi maupun ornamennya terlalu kasar,apalagi melihat dari nilai pagu yang dikeluarkan terlalu besar untuk budgetnya.

“Dan LSM JCW sendiri mengambil kesimpulan bahwa pembangunan proyek tugu hikayat itu ada indikasi kecurangan atas dugaan dari pemenang tander lelang tersebut,maka perlu dilaporkan ke Kejaksaan Negeri. Hari Selasa, (24/1/2023), LSM JCW melayangkan surat langsung ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo dengan didampingi awak media , Sigit Imam Basuki,S.T selaku Ketua Umum LSM Java Corruption Watch ( JCW ) menyampaikan saat prees realese di depan Kantor Kejari Sidoarjo atas pelaporan yang kami serahkan ke kejaksaan terkait dugaan Mark – Up anggaran pembangunan proyek tugu hikayat sebesar Rp. 667 juta atas proyek tersebut.
Lanjut Sigit,ini jelas ada indikasi kongkalikong dalam kejahatan atas lelang proyek itu,”tandas Sigit ( panggilan akrabnya ).

“Jelas data kami lengkap ada 29 peserta lelang namun kenapa yang dimunculkan hanya dua (2) peserta saja, yaitu dari CV Walka Elektrindo dan CV Puntadewa Cipta Sarana,” ungkapnya.

Dengan penawaran lelang itu CV Puntadewa Cipta Sarana menawar dengan harga Rp.571. 126. 881 atau turun 17. 8 persen dari pagu sebesar Rp.695 Juta.Sedangkan dari CV Walka Elektrindo memberikan penawaran Rp.667. 065. 643 terlihat hanya turun 4 persen. Faktanya justru CV Walka Elektrindo yang dimenangkan dalam pelaksanaan proses lelang tersebut,sebenarnya ada apa ini ?,” Tanyanya Sigit Imam Basuki.

Selain proses pelaksanaan lelang ini terindikasi ada dugaan kongkalikong kecurangan, Sigit Imam Basuki, S.T Selaku aktifis anti korupsi yang masih aktif meneruskan kuliah jenjang S2 Fakultas Hukum ini, juga menyoroti hasil pembangunan Tugu Hikayat Kota Delta tersebut dinilai ada indikasi adanya Mark – up anggaran.

” Proyek pembangunan tugu dengan diameter 5,5 meter dan ketinggiannya 5 meter itu menurut estimasi hitungan kami cukup dengan anggaran sebesar Rp.300 juta saja,itupun sudah termasuk PPn dan PPh.Nah kalau proyek ini sampai menelan anggaran hampir 700 juta bagi kami itu sangat fantastis sekali, dari harga Rp 667 juta setelah dipotong PPN+PPH ketemu kisaran harga Rp 106 jt/m2 , baru kali ini terjadi dalam sejarah pembangunan Tugu termahal di Indonesia, “tutup Sigit.

Untuk itu Ketua LSM JCW Sigit Imam Basuki meminta kepada Kejaksaan Negeri Sidoarjo untuk menindaklanjuti laporannya tersebut. Apalagi pembangunan Tugu Hikayat Kota Delta tersebut menjadi perhatian dan sorotan publik saat ini.

Mustakim – Jatim