Miriiiis…Akibat Minjam Ke Bank Emok, 2 Rumah Melayang demi Menutupi Hutang

Buser Bhayangkara74 – Untuk mengurangi dampak sosial yang semakin menghawatirkan, Warga masyarakat RW 11 Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Sepakat menolak keras Bank emok masuk ke Kampungnya,  Selasa (31/03/2020).

Mengingat situasi dan kondisi kehidupan masyarakat yang serba susah dimana dalam masa terjadinya wabah penyebaran Virus Covid-19 yang mengguncang dunia, Warga masyarakat Indonesi juga tidak luput dari wabah tersebut dan sangat cepat menyebar maka pemerintah pusat menghimbau agar tetap diam di rumah dan menghindari kerumunan (Sosial Ditacting) sehingga menyebabkan kehidupan di masyarakat semakin susah. Apalagi harus ditambah dengan kewajiban membayar angsuran Bank emok yang sudah sangat memberatkan,  makin menambah kesulitan hidup yang dialami masyarakat RW 11 Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung Kab.Sumedang.

Pinjaman dari Bank Emok yang diberikan kepada masyarakat seharusnya bisa menambah dan meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat, justru sebaliknya semakin menambah beban hidup masyarakat. Akibatnya tidak bisa di pungkiri lagi perceraian, kehilangan asset rumah, perselisihan dalam keluarga,  perselingkuhan,  pertengkaran dengan tetangga, dan bunuh diri menjadi akibat yang sering muncul gara-gara berhubungan dengan Bank emok.

Ma Idoh (55) warga RT. 03 RW.11 Desa Sindanggalih menyampaikan, ” Akibat minjam ke Bank Emok,  saya harus kehilangan dua rumah karena disita akibat tidak mampu membayar hutang ke Bank emok “.

” Sekarang saya beserta keluarga tinggal sementara menempati rumah saudara,  saya sudah kapok dan tidak mau lagi berhubungan dengan Bank emok,  ” Kata Idoh.

Sudah saatnya semua orang peduli dan mau memikirkan nasib masyarakat kecil,  terlebih Bank emok yang telah menyengsarakan dan menyulitkan hajat hidup masyarakat kecil. Perhatian Pemerintah dengan turun tangan melarang dan membuat aturan tegas sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat sehingga tidak akan ada lagi korban-korban Bank emok di kemudian hari.

Imam-Sumedang