Operasi Penerbangan Komersial Di Bil Dihentikan

 

Buser Bhayangkara 74,” Operasional Bandara Internasional Lombok (BIL) untuk penerbangan komersial dihentikan sejak jumat (24 April 2020 pukul 00.00 wita hingga 1Juni 2020 mendatang.

Penghentian operasional Bandara tersebut, sesuai siaran Pers General Manager Angkasa Pura I Lombok Nomor: 14/SP.H/IV/2020,
dan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020,  tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441.H dalam rangka Pencegahan Penyebaran panndemi Corona Virus Desiase (Covid-19) tanggal 23 April 2020, menegaskan Bandara Internasional Lombok (BIL) tidak ada lagi penerbangan komersial bagi penumpang umum, hanya diperbolehkan masih tetap operasi untuk penerbangan kargo dan logistik saja, “Kami mendukung penuh kebijakan Pemerintah RI yang tentunya telah mempertimbangkan berbagai aspek, dan Kami juga siap melaksanakan ketentuan tersebut, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di tanah air secara Nasional,” kata Nugroho Jati General Manager Bandara Internasional Lombok.

Dan menjelaskan, “Selain untuk penerbangan kargo dan logistik, bandara juga masih dapat melayani operasional penerbangan seperti penerbangan khusus, pelayanan darurat, maupun operasional lainnya dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19, juga untuk para penumpang yang telah memiliki tiket pada jadwal penerbangan periode tersebut, bisa segera mendatangi Bandara Lombok untuk melakukan refund,” jelasnya.

Terkait hal itu Nugroho Jati mengatakan “Kami menyediakan 15 help desk yang ada di area drop zone dan lobby untuk proses refund yang akan dilayani oleh pihak maskapai. Bagi masyarakat yang ingin melakukan refund dengan datang ke bandara, dimohon untuk tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, diantaranya dengan physical distancing, menghindari kerumunan, serta mengenakan masker,” kata  Nugroho Jati.
Dan mengingatkan, Kebijakan pengembalian tiket (refund) nantinya, pihak maskapai tidak akan memberikan dalam bentuk uang tunai, namun berupa kebijakan re-route (perubahan rute), re-schedule (perubahan jadwal penerbangan), atau berupa voucher pengganti. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi customer service maskapai yang bersangkutan,” jelas Nugroho Jati.

Untuk itu tambah Nugroho, ” Kami berharap masyarakat dan pengguna jasa bandara dapat memahami kondisi ini dan bersama-sama berdoa semoga kebijakan dan upaya ini dapat secara signifikan menahan laju penyebaran pandemi Covid-19 ini,” harap Nugroho Jati.

( Hong KSB – NTB )