Operasional Kapal Ferry Pelabuhan Penyebrangan Kayangan Poto Tano KSB NTB Tetap Buka 24 Jam

Buser Bhayangkara 74,” Meski penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) saat ini tengah merambah sejumlah Negara di Asia termasuk Indonesia, namun tidak berpengaruh terhadap kegiatan Operasional 22 kapal Ferry di Pelabuhan penyeberangan yang datang dan pergi dari Kayangan Lombok Timur menuju Poto Tano Sumbawa Barat NTB.
Manager Usaha PT ASDP Poto Tano Sumbawa Barat NTB M.Yusuf Afandi kepada Media BB 74 membenarkan, sejak awal maraknya pemberitaan tentang penularan wabah Corona Virus Disease (Covid-19) hingga saat ini Operasional puluhan kapal Ferry dipelabuhan penyeberangan dari Poto Tano Sumbawa Barat menuju Kayangan Lombok Timur tetap berjalan rutin melayani penumpang selama 24 jam tanpa kendala.

“Operasional Seluruh kapal Ferry dipelabuhan penyeberangan  Poto Tano KSB NTB menuju Kayangan Lombok Timur tetap diaktifkan selama 24 jam, dan tidak berpengaruh terhadap maraknya pemberitaan tentang penularan wabah berbahaya Covid-19 Yang saat ini tengah merambah beberapa Negara asia yang berbatasan dengan Indonesia,” kata Yusuf sapaan akrab Manager ASDP Pelabuhan Poto Tano KSB NTB diruang kerjanya Jumat (20/03).

Dan menjelaskan, tetap diaktifkannya Operasional 22 kapal Ferry di Palubuhan Poto Tano-Kayangan tersebut, merupakan salah satu  kebijakan manajemen perusahaan juga didukung Keputusan Pemerintah Daerah, agar sarana/ prasarana atau berbagai instrumen pelayanan masyarakat termasuk Jasa penyeberangan di Pelabuhan tetap diaktifkan seperti hari biasanya, dan tidak terpengaruh dengan maraknya penularan Wabah Covid-19.

“Pelayanan Jasa penyeberangan kapal Ferry dari Pelabuhan Poto Tano KSB menuju kayangan Lotim tetap diaktifkan selama 24 jam, karena manajemen perusahaan PT ASDP bersinergi bersama para medis dan Pemerintah Daerah setempat, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) pencegahan dan penanganan wabah Covid-19 tersebut, dengan cara seluruh penumpang yang datang dan pergi harus dilakukan deteksi dini  atau pemeriksaan suhu Badan oleh para petugas berwenang,” jelas Yusuf kepada Media BB 74.


Untuk itu, dipermaklumkan kepada seluruh pengguna Jasa Pelabuhan penyeberangan agar tidak resfonsif terhadap isu oknum yang menyebutkan operasional 22 kapal Ferry di Pelabuhan Poto Tano-Kayangan stagnant atau ditutup sejak awal maraknya penularan wabah Covid-19 adalah tidak benar, karena dibuktikan hingga saat ini selama 24 jam aktifitas pelayanan terus dilakukan manajemen tanpa ada penundaan,.

Dipermaklumkan kepada seluruh Pengguna Jasa Pelabuhan penyeberangan dari Poto Tano KSB menuji Kayangan Lotim, agar tidak responsif terhadap isu yang menyebutkan, bahwa sejak awal maraknya penyebaran Virus Corona hingga saat ini rutinitas pelayanan kapal Ferry ditutup adalah isu tidak benar, karena dari 22 kapal Ferry yang ada tersebut, terus melakukan aktivitas pelayanan para penumpang yang datang dan pergi tanpa kendala,”  tandas Yusuf.

( Hong KSB – NTB )