Palsukan Dokumen, Korban Akan Ambil Langkah Hukum

BUSER BHAYANGKARA 74 KOTA BEKASI

Warga Rt 010/02, Kelurahan Jakasampurna, Kota Bekasi, M. Sudarto mengatakan kasus yang saat ini tengah dihadapi perihal pemalsuan surat pengatar pindah yang dilakukan oleh oknum Ketua RTnya dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Jakasampurna saat ini dirinya mengaku masih bersabar.

 

Namun jika tidak ada niat baik untuk diselesaikan oleh Andi selaku Ketua Rt 010 dan Pendamping PKH bernama Yasser, M. Sudarto akan menyerahkan masalahnya ke kuasa hukumnya atau ambil langkah hukum.

 

Hal ini diungkapkan M. Sudarto usai rapat pertemuan mediasi dengan di hadiri ibu ana selaku dinsos PKH kota Bekasi, bapak usep selaku Kordiantor PKH Kota Bekasi, M Taupik SKTK Kecamatan Bekasi Barat, M.Yasser selaku Pendamping PKH Kelurahan Jakasampurna dan ibu iqbal selaku PSM dan juga pak Edy Junaedi lurah Jakasampurna dan ketua RW 02, rapat tersebut bertempat di aula kantor kelurahan Jakasampurna pada Rabu (13/5/2020).

 

“Rapat hari ini hanya menyelesaikan soal status  kepesertaan saya di PKH yang disebutkan bahwa saya tidak terdaftar sebagai peserta PKH. Saya minta dibuat secara resmi diatas materai untuk saya serahkan ke pihak BNI Cab Kota Bekasi untuk kejelasan status kepesertaan PKH saya dan agar tidak dimanfaatkan oleh oknum, yang tak bertanggung jawab” terangnya.

 

Sedangkan soal status warga M. Sudarto diputuskan memang Ia masih sebagai warga Kampung dua Rt010/02 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat sesuai alamat yang tertera di KTP nya meskipun saat ini M. Sudarto tidak lagi berdomisili disana.

 

Sementara Ketua Kordinator PKH Kota Bekasi Usep Satriana menyerahkan persoalan dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan anak buahnya mempersilahkan pihak M. Sudarto melaporkan ke pihak polisi persoalan dugaan pemalsuan surat pengantar pindah tersebut.ucap usep

 

“Silahkan saja karena itu haknya yang jelas persoalan dia yang mempertanyakan soal kepesertaannya di PKH memang tidak tercantum dalam data dan sudah kami berikan pernyataannya secara resmi dalam pertemuan kami,” jelas Usep usai menghadiri pertemuan dengan pihak M. Sudarto dengan Tim PKH yang turut dihadiri Lurah Jakasampurna, Rabu (14/5/2020).

 

Sementara M.Sudarto usai pertemuan mengatakan jika surat pernyataan yang mneyebutkan soal dirinya bukan peserta PKH yang sudah ditandatangani oleh MTaufik selaku ketua pelaksana PKH Kecamatan Bekasi Barat dan diketahui oleh Ketua PKH Kota Bekasi, Usep Satriana akan diserahkan ke BNI sebagai pihak ke tiga sebagai penyalur uang tunai PKH.

 

“Surat ini sebagai dokumen yang bisa digunakan pihak BNI terkait persoalan saya agar tidak ada oknum yang menyalahgunakan data saya,” jelasnya.

 

Selain itu juga M. Sudarto menyayangkan dengan pertemuan yang sudah di agenda kan oleh lurah Jakasampurna dengan prihal duduk bersama secara kekeluargaan,namun ketidakhadiran Andi Ketua RT 010 dalam rapat pertemuan tersebut, agar bisa diselesaikan segera.

 

“Kalau saya sih tergantung itikad baik Ketua RT maunya bagaimana, kalau tetap gak ada itikad baik ya nanti saya serahkan ke kuasa hukum saya saja, atau saya ambil langkah hukum” bebernya.

 

Lurah Jakasampurna Edi Junaedi saat diminta tanggapannya mengharapkan agar permasalahan atas dugaan pemalsuan surat pengantar pindah M Sudarto sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan saja.

 

Lurah pun berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara M Sudarto dengan Ketua Rt 010 dan Ketua Rw 02 untuk duduk bareng menyelesaikan permasalahannya.

 

“Hari ini Ketua RT gak bisa hadir karena mertuanya di kampung meninggal dunia jadi rapat tadi(kemarin) tidak bisa hadir. Insya allah kita bantu untuk mempertemukan mereka secara kekeluargaan,” pungkas Edi Junaedi

 

IMRON