Oktober 19, 2019

PARA KADES SE KAB.BEKASI PROTES TIDAK SETUJU ANGGARAN NON TUNAI

PARA KADES SE KAB.BEKASI PROTES TIDAK SETUJU ANGGARAN NON TUNAI

Kuningan. Buser Bhayangkara74.

” Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab. Bekasi, menyelenggarakan rapat kegiatan penggunaan Dana Desa bagi para Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi yang dilaksanakan Selama tiga hari mulai Rabu tanggal 9,10,11 oktober 2019 lokasi diHorison Tirta Santa Hotel, Kab. Kuningan, Jawa Barat. Penerapan penyelenggaraan  Dana Desa 2019 berkaitan dengan APBDes non tunai dan Bendahara
Desa banyak menuai protes dari para kepala Desa yang hadir se-Kabupaten Bekasi.

Menurut keterangan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab. Bekasi IDA FARIDA menerangkan, bahwa APBDes Kab. Bekasi yang berkaitan dana Desa akan berbentuk non tunai, karena itu semua sudah sesuai dengan mekanisme pemerintahan, namun hal itu di bantah oleh banyak kepala Desa yang hadir, karena di Anggap membebankan pemerintahan Desa.

Berkaitan dengan bendahara Desa, lagi lagi, banyak menuai protes juga dari kepala Desa, menurut
keterangan Kepala DPMD pun, bahwa Bendahara Desa bukan sebagai penanggung jawab keuangan Desa, karena bendahara adalah seorang yang hanya memegang tentang keuangan Desa, bukan penanggung jawab keuangan, “Ungkap nya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas DPMD juga menjelaskan kepada aspirasipublik.com, bahwa regulasi APBDes non tunai dan Bendahara Desa bukan penanggung jawab anggaran, semua itu sesuai aturan, jadi mau bagaimana lagi, Ujar Kepala Dinas.

Semua itu harus bisa memahami,
karena hal ini sudah sesuai dengan ketentuan yang ada, karena saya sebagai kepala Dinas menginginkan agar semua lebih bagus, tidak ada yang di rugikan, ” Cetusnya.

Kepala Dinas juga menambahkan, bahwa kaitan pajak Desa, Kepala Desa harus bisa paham tentang fungsi pajak, karena itu peraturan pemerintahan yang harus di taati, jadi ketika pajaknya baik, maka Anggaran Desapun berjalan baik, karena pajak itu pendapatan negara, penting. ” Tegasnya.

Ketua APDESI Kab Bekasi, AGUS SOPIYA mengatakan, bahwa kaitan yang di bahas pada saat rapat, kita
bisa saksikan tadi, bahwa kaitan non tunai memang memberatkan para kepala Desa, karena banyak Anggaran yang di kerjakan pemerintahan Desa.Makanya nanti kita (Apdesi) akan melakukan audensi dengan Bupati Bekasi membahas tentang non tunai tadi, “Jelasnya.

Kaitan status posisi Bendahara Desapun, di katakannya bahwa, Bendahara sering mengikuti acara kegiatan bimtek dengan sekdes, berkaitan dengan kegiatan Desa, jadi jika di katakan oleh kepala dinas, bahwa bendahara bukan penanggungjawab anggaran,itu kan teknisnya, tapi penerapannya beda,”
ungkap nya.

( Yoma.irma )

Share this:

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: