Berita utama

Polda Banten Ikuti Zoom Meeting Persiapan Anev TW III

Buser Bhayangkara74 BANTEN

Serang – Polda Banten ikuti zoom meeting dalam rangka rapat persiapan Anev TW III Program Prioritas Kapolri 2021-2024 diruang Crisis Center Biroops Polda Banten pada Senin (12/09).

Kegiatan ini dipimpin oleh Kaposko Presisi Irjen Pol Slamet Uliandi dihadiri Karoops Polda Banten Kombes Pol Dedi Suhartono didampingi personel Biroops Polda Banten.

Dalam sambutannya Slamet mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil kinerja yang telah kita laksanakan, “Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menilai dan mengevaluasi program presisi dan hasil kinerja yang telah kita laksanakan sebelumnya,” kata Slamet.

Slamet juga mengatakan dalam paparannya menyampaikan empat hal pencapaian program presisi, “Kami menyampaikan capaian program presisi, jumlah pencatatan media sosial dan media online menurut sentimen, hasil survey publik terhadap Polri, melengkapi data langsung dari posko presisi,” ucap Slamet.

Slamet menyampaikan dalam kesempatan tersebut membahas terkait Anev TW II dan agar seluruh potensi pelanggaran integritas dalam pelayanan dan pelaksanaan pekerjaan atau tugas sehari-hari dapat diidentifikasi dan dimitigasi secara efektif, serta secara rutin mengevaluasi penerapan manajemen risiko agar dapat menilai efektivitas mitigasi risiko dan mengantisipasi potensi terjadinya modus-modus baru dalam pelanggaran integritas, “Unit kerja juga perlu memastikan seluruh komplain atau aduan pengguna layanan stakeholder di setiap saluran pengaduan ditangani dengan baik, yaitu dengan merespon dan memberi informasi progres penanganannya secara Realtime,” ujar Slamet.

Terakhir Slamet mengatakan
Posko presisi menjadi rolemode dalam mengurangi Kamtibmas melalui analisi berdasarkan pengetahuan, “Mengenai program Presisi menyatakan, dalam program ini ditekankan pentingnya kemampuan pendekatan predictive policing atau pemolisian prediktif. Dengan begitu, Polri mampu menakar tingkat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui analisis berdasarkan pengetahuan, data, dan metode yang tepat sehingga dapat dicegah sedini mungkin,” tutup Slamet

(Kang Bob)

Tinggalkan Balasan