Polsek Rancaekek Polresta Bandung Lakukan Pengamanan Dan Pengawalan Terhadap Masa Aksi Unras Aliansi Buruh Kab.Sumedang.

buser-bhayangkara74.com

Kapolsek Rancaekek Polresta Bandung Kompol Imron Rosyadi Sag memimpin langsung pengamanan dan oengawalan Kegiatan pemberangkatan masa Aksi unjuk rasa untuk menolak “OMNIBUS LAW” dari Aliansi Buruh Kab. Sumedang Menggugat (ABSM) dan Kep SPSI PT.Indoneptun Kec.Rancaekek Kab.Bandung dengan tujuan Halaman Kantor Pemprov Jabar Gedung sate ,Senin(16/03/2020) pukul 08.00 wib

 

Keberangkatan massa aksi dari Aliansi Buruh Sumedang Menggugat (ABSM) dalam aksi Penolakan “OMNIBUS LAW” sebagai Penanggung jawab aksi :

 

1. Ketua DPC DPSI Kab. Sumedang Sdr. GURUH HUDHYANTO

2. Ketua PC SPSI Kab. Sumedang Sdr. MUJIYANTO

3. Wakil Ketua PPB KASBI Kab. Sumedang Sdr. SLAMET PRIYANTO

4. Ketua OBTS GOBSI Kab. Sumedang Sdr. ASEP BUDIMAN

5. Ketua PEPPSI KSN PT. KAHATEX Sdr. DAYAT HIDAYAT (Koordinator KSN Jabar)

6. Ketua SPN PT. POLYFIN Sdr. AMIL APIPUDIN

7. Ketua KSPN PT. Insan Sandang Sdr. KOKO SENJAYA

8.Ketua Kep. SPSI Pt.Indoneptun Kab.Bandung sdr.Yadi

 

Dengan estimasi massa aksi yg berangkat dari Aliansi Gabungan buruh sumedang sebanyak lk. 300 Orang Menggunakan Kendaraan R4 .6 ( enam ) unit dengan rinci 3 unit Mobil Komando (Mobil Komando SPSI, KASBI, PEPPSI – KSN), 3 unit minibus R4 dan R2 sebanyak 200 unit , dan untuk masa Kep.SPSI Pt.Indoneptun menggunakan kendaraan R4 sebanyak 1 unit dengan route yang akan dilalui star sekertariat SP/SB masing masing bergerak menuju titik kumpul Kawasan Industri Dwipapuri Kec. Cimanggung Kab. Sumedang Jl. Raya Rancaekek – Bundaran Parakanmuncang – Jl. Raya Rancaekek – Cileunyi – Cibiru – Ujungberung – Cicaheum – Menuju Monumen Perjuangan Rakyat – Gedung Sate.

 

Adapun isu yang akan disampaikan dalam aksi Aliansi Buruh Sumedang Menggugat (ABSM) tersebut :

1. Tolak OMNIBUS LAW RUU Cipta Lapangan Kerja

2. Tolak semua aturan / Regulasi yang merugikan Pekerja/Buruh

Penolakan Omnibus law” karena dianggap tidak memberikan adanya kepastian pekerjaan (job security), kepastian pendapatan (salary security) dan kepastian jaminan social (social security). Hal ini tercermin dari 9 (sembilan) alasan berikut:

1. Tenaga Kerja Asing (TKA) unskill sangat mudah masuk

2. Hilangnya Upah Minimum

3. Hilangnya Pesangon

4. Outsourching Bebas untuk semua jenis pekerjaan

5. Pekerja Kontrak / PKWT semua jenis pekerjaan dan tanpa batas waktu

6. PHK semakin mudah

7. Waktu kerja yang melelahkan dan eksploitasi

8. Hilangnya Sanksi Pidana bagi Pengusaha

9. Jaminan Sosial yang terancam hilang

 

Penolakan Kebijakan Omnibus Law Klaster Ketenagakerjaan yang dianggap akan merugikan kaum buruh diantaranya menyangkut Hak Upah, Status kontrak dan Outsourching, Penambahan jam kerja, Menyangkut ijin Tenaga Kerja Asing yang dipermudah dan pencabutan sebanyak 30 Pasal dalam Undang Undang terkait Ketenagakerjaan, 30 Pasal yang dirubah dan 8 Pasal Penambahan

 

Bahwa massa buruh yang tergabung dalam ABSM (Aliansi Buruh Sumedang Menggugat) merupakan Karyawan/ti yang berasal dari Prusahaan yang berdomisili di Kab. Sumedang diantaranya PT Kahatex, PT Ewindo, PT Natatex, Adira, PT Insansandang, PT Polypin, PT Sunsilon, sedangkan untuk titik kumpul pemberangkatan / Kantor sekertariat sebagian berada di Wil. Rancaekek Kab. Bandung

Guna mencegah hal2 yg tidak dinginkan yg berdampak terhadap ganguan kamtibmas dilakukan pengamanan baik secara terbuka maupun tertutup disepanjang jalur yg akan mengarah ke pintu tol cileunyi oleh anggota Polresta Bandung.

 

“Pada saat dilakukan pengawalan terjadi sedikit hambatan kendaraan jalur menuju arah Garut Cileunyi begitu jg dengan arah sebaliknya, Namun kami telah menempatkan personil dibeberapa titik jalur untuk melakukan pengaturan lalin sehingga sampe menuju Cileunyi, pengamanan dan pengawalan Aksi buruh berjalan dengan tertib dan kondusip,” demikian tegas Kapolsek Rancaekek Kompol Imron Rosyadi Sag menegaskan.

 

Red