• Iwan Bule

“PROYEK PL PERAWATAN JEMBATAN LEUWI MELANG KECAMATAN DAYEUH KOLOT TANPA PAPAN NAMA”

“PROYEK PL PERAWATAN JEMBATAN LEUWI MELANG KECAMATAN DAYEUH KOLOT TANPA PAPAN NAMA”

Buser Bhayangkara74 ” Jabar ”
Pekerjaan dimulai dari awal Agustus, hingga sekarang tanggal 13 Agustus 2019 Jembatan yang sering memakan korban tersebut di kerjakan tanpa Safety sedikitpun, jangan kan memasang Papan Proyek, diduga Proyek Siluman atau bisa dibilang Proyek titipan, padahal Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 29/PRT/M/2006, dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.12/PRT/M/2014 juga UU No. 14 Tahun 2008 harus Transparan bahwa proyek itu dari mana dananya bersumber dari APBD atau APBN, Pagunya berapa, Konsultannya siapa, Kontraktornya siapa, masa kerjanya berapa lama tetapi aturan MenPU tersebut selalu di langgar oleh Kontraktor, demi membohongi Publik!!! ketika mbb74 ke tempat atau lokasi Pembangunan.

Pekerjanya tidak ada yang tahu itu Proyek dari mana, CV atau PT apa? ungkap salah satu Pekerja kami hanya buruh harian, saat di minta nomor telpon Pemborong seorang Pekerja yang enggan menyebut namanya memberikan nomor telpon Haji. Arom dan saat dikonfirmasi pada Minggu lalu kepada H. Arom Via By Phone di tanya Proyek dari mana beliau menjawab itu Proyek Penunjukan Langsung ( PL ) Bina Marga PU Propinsi Jawa Barat, lalu saat di Konfirmasi kenapa tidak ada Papan Proyeknya dari mulai masa kerja beliau juga menjawab bahwa Proyek Jembatan tersebut Pagunya Cuman Rp. 200.000.000, di konfirmasi menyangkut di Lokasi Jembatan tersebut sering terjadi musibah.

H. Arom pun tidak menjawab dengan alasan saya lagi pusing, bahkan beliau mengungkapkan saya ditipu oleh Kepercayaan saya yang baru kenal sekitar enam bulan lalu, beliau menjelaskan saat di Konfirmasi utusan saya An. Ed yang membeli material dan mengkondisikan situasi di lapangan malah ungkap H. Arom orangnya tidak benar.

Apapun yang di Klarifikasi H. Arom terhadap Indikasi ketidak Transparan Proyek PL jembatan di Jalan Cibiuk Leuwi Melang Desa Cangkuang Kulon Kecamatan Dayeuh Kolot tersebut jelas sudah melanggar Peraturan Gubernur Jawa Barat. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tidak Transfaran kepada Publik, lebih ke menutup Informasi, jelas Pelanggaran, mestinya warga setempat,LSM atau Ormas juga Desa atau Kelurahan setempat untuk mengkritisi atau melaporkan Pemborong yang nakal tersebut jangan sampai dibiarkan, dan salah satu PR buat Instansi.

Institusi seharusnya jangan sembarangan memberikan Proyek baik itu berbentuk PL atau Tender kepada Oknum pemborong atau kontraktor yang lebih mementingkan keuntungan pribadi, tidak mengutamakan keselamatan pengendara roda dua dan pengendara roda empat karena proyek perawatan yang di bilang H.Arom tersebut Proyek PL tidak ada Pengumuman atau Septinya dinding jembatan juga dari mulai Pekerjaan terpasang Plang Proyeknya.

Red :  US

Previous Article
Next Article

ADVERTISING

TABLOID BUSER BHAYANGKARA 74

Tabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserMochamad IriawanKoran BuserEdisi 76
halo ? Ada yg bisa kami bantu?.
Powered by
%d blogger menyukai ini: