“PROYEK TPT TAHUN 2018 – 2019 SUNGAI CITEPUS AMBRUK, PENGERJAAN MENGHABISKAN ANGGARAN MILIARAN RUPIAH”

Buser Bhayangkara74 ,-Kabupaten Bandung

Dampak dari Ambruknya Tembok Penahan Tebing Bronjong yang dikerjakan oleh BBWSC tahun 2018 lalu, kembali menghantui Warga Kp. Bojong suren girang RT 03 RW 15 kelurahan Pasawahan kecamatan Dayeuhkolot, tanah di belakang MCK umum, persis di belakang TPT yang ambruk tadi malam hari Sabtu tanggal 15 February 2020, dikutip pewarta mbb74 dari tt, dd, ul warga rumahnya yang bersepadan dengan tanah retak mulai longsor tersebut.

Pungkasnya akan berimbas pada rumah mereka, rasa cemas dan was – was kembali menghantui warga, takut terjadi seperti tragedi beberapa tahun yang lalu, kepada pewarta mbb74 dd mengulas pada beberapa tahun lalu rumah warga RT 03 kp, Bojong suren girang ada 8 unit rumah hancur akibat longsor, ada juga yang hanyut terbawah air akibat banjir, dd juga mengutarakan untuk beberapa unit rumah termasuk rumah orang tuanya juga hingga di tahun 2020 tidak satu unit pun di ganti atau ada bantuan dari Pemerintah kabupaten dan Propinsi.

Proyek diduga asal – asalan, menghabiskan uang pemerintah miliaran rupiah, ketika dalam pengerjaan juga diungkapkan oleh beberapa narasumber red warga waktu 2018 lalu ikut kerja, kedalaman pondasi, besi tidak sesui Spek, kurangnya semen dalam penerapan fisik TPT, bisa jadi salah satu penyebab ambruknya dinding tembok, sumber red menyampaikan apabila hujan deras debet air bisa meluap, kekuatan arus air cukup deras itu langsung menghantam tembok penahan dinding, aliran sungai Citarum pastinya tidak kuat, terus terjadi pengikisan pondasi yang diduga tidak di gali sesuai perencanaan, tidak sesuai RAB terindikasi dalam pengerjaan proyek TPT, sepanjang anak sungai Citarum lokasi RT 03 RW 15 tersebut, sarat Mark up anggaran dan Volume, karna waktu Pengerjaan proyek kontraktor juga tidak Transfaran, tidak ada papan proyek dipasang waktu itu ungkap Narasumber, Pemerintah dalam hal ini Gubernur Jawa barat, Ombudsman RI, BPK RI perwakilan Jabar, Kajati, dan Polda Jabar, agar menginvestigasi melidik, penyebab dari terjadinya Ambruk Tembok Penahan Tebing Proyek BBWS Propinsi Jabar, diduga melanggar UU No. 14 tahun 2008 saat sedang pengerjaan, disinyalir kontraktor melanggar UU No. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, tidak ada manfaatnya kepada penerima manfaat, bahkan sebaliknya akan kembali berdampak pada pemukiman masyarakat kp. Bojong suren girang saat ini keretakan tanah sudah merambat atau melebar ke arah rumah warga, untuk segera disikapi oleh BBWS

( Ugastra – Red )

Tinggalkan Balasan