REALISASI DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) FISIK KEMENDIKBUD TAHUN 2019 DI KABUPATEN OKU TIMUR DIDUGA BERMASALAH

OKU/buser-bhayangkara74

DAK, menurut Peraturan Presiden Nomor 141 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik, merupakan dana yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Penentuan besaran DAK berdasarkan usulan kebutuhan daerah yang selaras dengan prioritas nasional, untuk peningkatan dan pemerataan penyediaan infrastruktur pelayanan publik. DAK memiliki tiga lingkup rencana bidang, yaitu DAK regular, DAK afirmasi, dan DAK penugasan.

Dalam realisasi anggaran tahun 2019, DAK Fisik Kab. Ogan Komering Ulu Timur mendapat alokasi sebesar 14,7 miliar dan dialokasikan ke beberapa Sekolah Dasar (SD) yang berada di Kab. OKUT. Dana yang ditransfer pemerintah pusat ini digunakan untuk perbaikan sejumlah gedung Sekolah Dasar se-Kab. OKUT.

Roni (36), penggiat LSM di Kab. OKUT, ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, “bahwa memang dalam hal pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Fisik Kemendikbud 2019 dalam hal perbaikan gedung Sekolah Dasar di Kabupaten OKUT ada kejanggalan serta by design oleh salah satu oknum di Diknas Kab. OKUT”.

Adanya by design yang dimaksud “seharusnya sesuai Peraturan Mendikbud No. 8 Tahun 2018, dana DAK harus dikelola secara swakelola oleh satuan pendidikan masing-masing dalam hal ini kepala sekolah dimana sekolah tersebut mendapat alokasi DAK. Akan tetapi apa yang terjadi di Kab. OKUT malah sebaliknya, Dana DAK OKUT dikelola oleh pihak ketiga melalui penunjukkan koordinator oleh oknum diknas Kab. OKUT”.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 tahun 2018 tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan menyebutkan, Pengelolaan pekerjaan yang bersumber dari DAK Fisik Bidang Pendidikan tahun anggaran 2019 dilakukan oleh pihak Panitia Pembangunan di Satuan pendidikan (P2S) secara swakelola.

Lapangan pekerjaan, termasuk segala sesuatu yang berada di dalamnya, juga diserahkan sebagai tanggung jawab P2S. Panitia Pembangunan di Sekolah bersama tim teknis menyiapkan dokumen teknis yang terdiri dari: gambar teknis atau gambar kerja; rencana anggaran biaya (RAB); rencana kerja dan syarat-syarat; dan jadwal pelaksanaan kegiatan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 33 Tahun 2008, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007, dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/2017.

Lebih lanjut aktivis LSM ini menyoroti adanya informasi di tengah masyarakat yang menduga adanya setoran awal ke oknum di Diknas Oku timur jika ingin mendapat pekerjaan perbaikan gedung sekolah dasar, serta adanya bagi hasil pekerjaan.

Kedua hal ini yang menjadi masalah dalam realisasi DAK Fisik 2019 di kab. OKU TIMUR, pertama soal tidak dijalankannya sistem swakelola dan kedua soal dugaan adanya fee untuk oknum diknas serta adanya dugaan bagi hasil pekerjaan.

Menyikapi informasi ini, tim Buser Bhayangkara menemui salah satu kontraktor, Ag (50) yang ikut mengerjakan perbaikan gedung sekolah dasar ini, menanyakan keabsahan informasi yg disampaikan pegiat LSM tersebut, dengan lugas Ag (50) mengakui ”memang betul adanya setoran awal untuk mendapatkan proyek tersebut dan adanya pembagian bagi hasil dari proyek tersebut, dan ini sangat memberatkan saya sebagai pelaksana proyek itu”. Dalam penuturannya, Ag, merasa dirinya sangat dirugikan oleh tindakan oknum diknas tersebut.

Dalam penjelasannya, Ag (50) memaparkan bahwa dia pernah melaporkan hal ini kepada pimpinan daerah setempat, tetapi sampai dengan sekarang belum ada kejelasan tindak lanjut atas laporan tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Kepal Dinas Pendidikan Kab. Ogan Komering Ulu Timur, Wakimin, S.Pd, M.M,. panggilan telpon serta aplikasi pesan whattaps tidak membalas pertanyaan awak media ini, pun demikian halnya Kabid. Pembinaan Sekolah, Dodi Purnama, ST,. Tidak bersedia menerima panggilan telpon serta tidak membalas pesan whattapps media ini.

SiF – Oku/Sumsel