Sekdis P&K Kabupaten Cianjur Abaikan Himbauan Pemerintah Dan Maklumat Kapolri

Buser Bhayangkara 74, Cianjur,” Ditengah upaya dan usaha pemerintah dalam menangani pencegahan penyebaran Corona Virus Disease -19 (Covid-19), Pemerintah memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali, hal ini dilakukan pemerintah karena pemerintah sangat mengkhawatirkan adanya penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.
Intinya pemerintah dalam mengeluarkan himbauan itu adalah guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut (Covid-19, red). selanjutnya himbauan pemerintah tersebut di tindak lanjuti oleh Polri selaku penanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan mengeluarkan Maklumat Kapolri nomor: Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 tentang “Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19)” dengan tujuan agar masyarakat dapat mengetahui dan mematuhi Himbauan Pemerintah dan Maklumat Kapolri tersebut guna untuk keamanan , ketertiban dan keselamatan masyarakat.
Upaya dan usaha Pemerintah tersebut tiada lain adalah untuk melindungi keselamatan masyarakat agar terhindar dari bahaya penyebaran virus Corona ( Covid-19).

Berkaitan dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Cianjur Moch. Asep Saepurohman , ini malah mengabaikan himbauan pemerintah dan Maklumat Kapolri tersebut, Asep malah berkeliling keluar rumah /kantornya dengan mengumpulkan para kepala sekolah SD berikut pengawas SD di beberapa kecamatan yang berada di wilayah Cianjur Selatan diantaranya di Kecamatan Tanggeung, Cibinong, Sindangbarang dan Kecamatan lainnya yang ada di wilayah Cianjur Selatan (wilayah Pakidulan) Kabupaten Cianjur pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2020.

ini jelas bahwa Sekdis tersebut (Asep, red) sangat melanggar Himbauan Pemerintah dan Maklumat Kapolri dan juga mengabaikan keselamatan masyarakat banyak.

Moch. Asep Saepurohnan (Sekdis, red) setelah di kompirmasi oleh wartawan Media Buser Bhayangkara 74 dikantornya (01/04/20), Asep menjawab, ” iyaa saya melakukan itu untuk mengecek apa benar para guru melakukan kegiatan belajar mengajar online untuk siswa siswanya”. terang Asep Saepurohman

kalaupun itu alasannya, Asep tidak semestinya sampai terjun turun langsung kelapangan karena di dinas tersebut ada instrumen lain yang mengarah ke tehnik, apalagi Asep ini sampai terjun langsung ke Cianjur Selatan dengan jarak dari kantor dinas Cianjur Kota (Kantor Dinas P&K Kabupaten Cianjur, red) itu sekitar 100 KM. Hal ini Asep dalam mengumpulkan para kepala sekolah dan pengawas tersebut , Asep diduga mengadakan penggalangan dana dari para kepala sekolah SD untuk biaya transfor kepulangannya dan biaya perjalanan lainnya menuju rumahnya di Cianjur Kota.

Penulis : ELSA / KANG BOB – JABAR