• Iwan Bule

Sinergitas Pemdes Mulyasari dan POLRI Tangani Konflik Sosial Masyarakat Desa

Sinergitas Pemdes Mulyasari dan POLRI Tangani Konflik Sosial Masyarakat DesaSubang, BB74-
Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya tidak akan lepas dari segala problematika di dalamnya. Terjadinya konflik keluarga hingga konflik antar warga adalah hal yang sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.

Guna mencegah terjadinya permasalahan yang dapat mengganggu kondusifitas lingkungan maka peranan Pemerintahan Desa dan pihak kepolisian tingkat sektoral sangatlah penting baik dalam rangka pembinaan maupun dalam perumusan ‘Problem Solving’ terhadap suatu masalah sosial dengan jalur Musyawarah Mufakat.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang yang terus berperan aktif menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian sektor pamanukan dalam menampung dan menanggapi hingga mencari solusi terhadap permasalah sosial yang terjadi di lingkungannya dengan mengundang para pihak yang terlibat dalam konflik keluarga maupun antar warganya.

Sinergitas Pemdes Mulyasari dan Polri ini nampak tercermin saat adanya penanganan terhadap konflik keluarga yang terjadi di dusun Kampung Dukun baru-baru ini dengan menggelar musyawarah yang dihadiri oleh para pihak yang sedang berselisih dengan difasilitasi oleh Hasanuddin Masawi, S.Pd selaku Kepala Desa Mulyasari berikut jajarannya dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas-Polri) Desa Mulyasari, AIPDA Ahmad Syakur. Kendati adanya perbedaan pendapat dan sedikit gesekan, akhirnya Musyawarah yang berlangsung pada hari Selasa (13/8) bertempat di gedung aula Kantor Desa Mulyasari ini berlangsung lancar dan berakhir penuh haru, terlihat keduabelah pihak yang memang saudara sekandung ini berpelukan diiringi isak tangis usai menandatangani surat kesepakatan.

“Musyawarah ini diselenggarakan karena adanya aduan dari warga masyarakat berkaitan dengan perselisihan dalam keluarga terhadap sebidang tanah dan bangunan yang sama-sama didiami oleh keduabelah pihak yaitu kakak beradik, dimana salah satu pihak merasa bahwa dirinya sebagai pemilik sah atas tanah dan bangunan itu, semetara pihak yang satunya meminta konvensasi terhadap pengurugan yang telah dilakukannya.” ungkap Hasanuddin yang biasa disapa Hasan Kute ini kepada BB74 usai musyawarah.

Menanggapi persoalan yang terjadi, AIPDA Ahmad Syakur kepada MBB74 menjelaskan, diselenggarakannya musyawarah ini bertujuan agar tercapainya keamanan kenyamanan etertiban di lingkungan masyarakat desa. Apalagi masih menurut Syakur, dalam kasus ini perselisihan terjadi antara adik dan kakaknya, artinya masih satu keluarga sedarah, sehingga musyawarah ini sangat penting guna menjaga hubungan silaturrahmi antar keluarga.

Melalui kegiatan ini, Syakur juga berharap agar kejadian seperti ini menjadi pelajaran bagi masyarakat dan menghimbau agar persoalan sekecil apapun agar dapat diselesaikan secara cepat dan tepat sehingga tidak menjadi masalah yang dapat menggangu kondusifitas lingkungan.

Red : Asep

Previous Article
Next Article

ADVERTISING

TABLOID BUSER BHAYANGKARA 74

Tabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserTabloid BuserMochamad IriawanKoran BuserEdisi 76
halo ? Ada yg bisa kami bantu?.
Powered by
%d blogger menyukai ini: