Suryadi Ditetapkan Sebagai Tersangka Pelaku Pembunuhan Wati Alias Santi

Buser Bhayangkara 74

Kepolisian Resor Sekadau resmi menetapkan Suryadi yang merupakan kepala sekolah SDN 07 Semabi sebagai tersangka kasus pembunuhan korban Wati alias Santi yang diketahui berasal dari dusun Merambang Desa Libau kecamatan Sepauk kabupaten Sintang ini yang kerangka mayatnya ditemukan pada 28 September 2019 di belakang Pasar Baru Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi Sik dalam press releasenya, Rabu (9/10/2019) pagi memaparkan, perkara pembunuhan yang diduga 17 September 2019 dan ditemukan kerangka korban pada 28 September 2019.

“Pada penemuan kerangka, kita harus mengetahaui siapa identitas korban dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku”, terang Anggon.

Hasil penyelidikan dari keterangan saksi-saksi, Suryadi ditetapkan tersangka tunggal. Korban dihabisi nyawanya dengan dilakukan tanpa menggunakan senjata tajam maupun tumpul.

“Di di TKP kita temukan barang bukti berupa baju korban, gigi korban.  Sementara barang bukti berupa alat komunikasi korban berupa HP masih belum ditemukan. Dan dihimbau kepada masyarakat jika menemukan agar menghubungi Polres,”jelas Anggon.

Kapolres menjelaskan kronologis pembunuhan, korban dipukul di bagian rahang, kemudian belakang kepala. Setelah jatuh ditendang berkali-kali, kemudian kepalanya dibenamkan ke tanah.

Korban sempat melakukan perlawanan. Karena kancing baju dinas pelaku bagian atas terlepas, serta terdapat sobekan pada bet baju dinas.Terdapat luka pada tangan pelaku diduga akibat perlawanan korban.

Pelaku menghabisi korban pada 17 September 2019 sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, pelaku dan korban sudah berjanji akan bertemu di TKP.
“Pelaku sempat pergi ke dinas pendidikan dulu sebelum bertemu korban,” terang Anggon.

Sementara ditambahkan Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu M. Ginting SH, pelaku memiliki hubungan khusus dengan teman satu kost yang juga masih sepupu korban, yakni Susan.

Lanjut Ginting, hubungan tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun setengah.
“Korban ini ada meminta barang-barang kepada pelaku. Karena pelaku ada membelikan sepeda motor untuk Susan.
Namun pelaku tidak mampu memenuhi permintaan korban,” jelas Ginting.

Untuk saat ini pelaku disangkakan pasal 368 KUHP tentang pembunuhan. Pihaknya, kata Ginting, belum menemukan indikasi perencanaan pembunuhan.
Namun demikian, kemungkinan pembunuhan berencana masih terbuka.

“Bisa saja mengarah ke pasal 340 pembunuhan berencana, prosesnya masih tetap kami lakukan. Pelaku gelap mata karena merasa diperas oleh korban. Namun untuk sementara kita sangkakan pasal 368,” tegasnya….!

Hum Polres/Jhon – Sekadau

Share this:

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: