Wali Kota TGH.Ahyar Abduh, Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Kota Mataram NTB

Buser Bhayangkara74,

Wali Kota Mataram TGH. Ahyar Abduh menyatakan memberi kan izin penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat ( NTB).

hal ini disampikan Walikota pada saat rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Rabu (6/1/2021) di Mataram.

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se Kota Mataram yang digelar di Aula Pendopo Wali Kota Mataram itu bahwa Walikota setuju belajar secara langsung setelah mendapat pertimbangan dari beberapa aspek.

Antara lain aspek kesehatan, yaitu perkembangan terbaru Covid- 19, maupun Psikologis anak ketika bejalar jarak jauh.

Adapun pertimbangan dari segi pendidikan disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H. Lalu Fatwir Uzali, dengan mempertimbangkan beberapa hal, antara lain yaitu dampak negatif dari belajar jarak jauh.

Misalnya tidak terkontrolnya anak saat dirumah yang menyebabkan anak-anak berkeliaran pada saat jam sekolah.

Selain itu anak-anak melaku kan hal-hal lain seperti main di pasar, pantai dan di tempat lainnya.

Fatwir menejelaskan risiko anak putus sekolah yang dikarenakan anak “terpaksa bekerja” untuk membantu keuangan keluarga di tengah pandemi Covid-19.

Pertimbangan lain faktor akses dan kualitas pembelajaran jarak jauh menjadi pertimbangan tersendiri, yang mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak dari sosio-ekonomi yang berbeda.

Bahwa untuk menunjang keberlangsungan pembelajaran tatap muka, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram memastikan setiap sekolah menerapkan Standar Opersional Prosedur (SOP).

Sebagai penerapan Protokol Covid-19. Mulai dari pengantaran anak ke sekolah, proses belajar mengajar, dan penjemputan. “kita pastikan orang tua yang menjumput juga tidak berkerumun,” tutur nya

Adapun penunjang Pendidikan lain seperti kebersihan kamar mandi, kesediaan thermo gun, hand sanitizer menjadi perhatian khusus selama kegiatan.

Selain itu harus disediakan tempat air cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Tetap pakai masker. Jaga jarak serta menghindari kerumunan masa.

Untuk waktu pelaksanaannya sementara direncanakan anak Sekolah Dasar (SD) akan masuk 2-3 hari dalam satu minggu, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama 2 hari.

Dari pertimbangan ini, Kepala Dinas Kota Mataram H. L. Fatwir Uzali berharap keputusan yang diambil menjadi keputusan terbaik bagi kota mataram, dengan tetap berpedoman dari keputusan kementerian terkait, dan Pemerintah Kota Mataram tutupnya.

Taqwa-NTB