Warga Desa Tegal Semedang, Kec.Rancaekek Geram Karena Pihak BBWS Menunggak Pembayaran

Bandung ( Buser Bhayangkara 74 ), -Normalisasi Sungai Cikeruh yang berada di desa Tegal sumedang, kecamatan Rancaekek, menuai protes warga Rw 01, pasalnya BBWS masih belum membayar hak warga yang terkena pelebaran sungai Cikeruh.kamis (02/04/2020)

Hak 24 warga yang belum diganti itu adalah bangunan dan tanaman. Namun yang menjadi anehnya bangunan dan tanaman yang ada dibantaran sungai Cikeruh hanya milik 24 kepala keluarga yang belum diganti, tapi yang lainnya sudah diselesaikan.Hal ini dikarenakan pihak BBWS masih belum memenuhi kewajiban membayar hak warga Rw 01 desa Tegal sumedang.

Selain itu juga ada 32 makam hingga saat ini belum ada konfensasi / biaya rekontruksi pemakaman. Inilah yang membuat warga geram terhadap pihak BBWS, sedangkan 32 makam sudah dirusak oleh kendaraan beco.

Sangat ironis sekali, bila BBWS mengatakan uang penggantian 32 makam dan bangunan serta pohon yang ada dibantaran sungai Cikeruh sebanyak 24Kk sudah habis. Sehingga warga merasa kecewa, dengan pernyataan dari pegawai BBWS itu.

Menurut warga Rw 01, saat dihubungi memgatakan,” Sungguh dirasakan sangat aneh, BBWS hanya mengganti bangunan tanaman diwilayah Rw yang lain, sedangkan diwilayah Rw 01, 24 KK masih belum dibayar dengan alasan uang pembayaran sudah habis,”jelas warga 01.

“Saya serta warga yang lain merasa kecewa dengan pernyataan, seorang pegawai BBWS yaitu saudara Dika, yang mengatakan “uangnya sudah habis” , inilah yang menjadi kecewa warga Rw 01, yang mempunyai bangunan dan tanaman yang ada didekat bantaran sungai Cikeruh,”Ungkap warga Rw 01.

Sementara itu akibat kekecewaan warga Rw 01, alat berat beco sementara dihentikan untuk tidak beraktifitas, karena masih banyak bangunan dan pohon milik warga yang masih belum dibayar dengan alasan uangnya habis.

Inilah salah satu kinerja BBWS dalam pembebasan lahan dan bangunan untuk pelebaran sungai Cikeruh yang berada didesa Tegal Sumedang kecamatan rancaekek.

Kosim/Deden – Jabar