Forkopimda Cianjur Adakan Rapat Terkait Persiapan Pemberlakuan PSBB Di Kabupaten Cianjur

 

Buser Bhayangkara74, “  Cianjur- Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Cianjur menggelar rapat terkait persiapan pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa Kecamatan wilayah Kabupaten Cianjur.
Rapat tersebut dipimpin langsung Plt Bupati Cianjur H.Herman Suherman , bertempat di Kantor Pemda (Pendopo) Kabupaten Cianjur Jl. Siliwangi Cianjur , Jumat (01/05/20).

Adapun yang hadir dalam kegiatan rapat tersebut :
– Plt. Bupati Cianjur , Ketua DPRD Kab. Cianjur , Ketua MUI Cianjur , Kapolres Cianjur , Dandim 0608 Cianjur , Danyon Raider 300 , Danyon Brimob , KaSubdenpom/CPM Cianjur , Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cianjur , Para Kepala Dinas Terkait , Dirut RSUD Sayang , Para PJU Polres Cianjur , dan Tim Gugus Tugas Covid-19.

Dalam rapat tersebut dibahas tentang pemberlakuan PSBB dan Sanksinya.
Beberapa sambutan dalam rapat tersebut disampaikan, diantaranya oleh :

Plt Bupati H.Herman Suherman :
– Seperti yang sudah di lakukan Kota lain yang menerapkan PSBB seperti Bandung Raya, Sumedang, Bogor trendnya sangat baik menekan penyebaran Covid-19
– Cianjur sangat setuju di adakan PSBB seperti apa yang di sampaikan Bapak Gubernur Jawa Barat
– Kabupaten Cianjur adalah perlintasan dari Ibu Kota menuju Bandung
– Saya ucapkan terimakasih kepada Forkopimda dan jajaran Polres Cianjur walaupun kita belum melaksanakan PSBB di Kabupaten Cianjur
– Definisi PSBB adalah kita membatasi kegiatan tertentu baik orang ataupun barang guna menekan penyebaran virus corona (Covid-19)
– Menangani dampak sosial dan ekonomi di Kabupaten Cianjur, Pelaksanaan PSBB akan di laksanakan pada hari Rabu.
– Kabupaten Cianjur memiliki 32 Kecamatan, adapun kepadatan penduduk di kabupaten Cianjur terpusat di Kecamatan Cibeber yang memiliki 18 Desa.
Jumlah pemudik di kabupaten Cianjur sehari itu hampir mencapai 1000 Orang.
Adapun pemberlakuan Waktu pelaksanaan PSBB mulai 6 mei sampai dengan 19 mei 2020, untuk itu kita harus mensosialisasikan kepada masyarakat Cianjur melalui sosial media, baligo, media cetak serta wawar yang di lakukan oleh Humas, TNI – POLRI

– Beberapa pedoman pembelajaran selama PSBB seperti Sekolah di liburkan, Beberapa Pabrik yang berada di Kecamatannya selama PSBB mohon di hentikan dahulu semua aktifitas nya , Dan untuk perekonomian logistik kebutuhan pokok pangan tidak terpengaruh oleh PSBB , Pembatasan kegiatan keagamaan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan seperti penggunaan hand sanitizer , masker dan jaga jarak.
Untuk Pasar rakyat jam Operasionalnya mulai jam 04.00 WIB sampai jam 13.00 WIB , Toko Swalayan/Minimarket Jam Operasionalnya adalah jam 08.00 WIB sampai 18.00 WIB
– Pembatasan Moda transportasi Umum dan Pribadi untuk senantiasa menjaga jarak di dalam kendaraan.
Adapun Kecamatan yang akan melaksanakan PSBB di Kabupaten Cianjur berjumlah 18 kecamatan , yaitu :
Kecamatan Haurwangi , Ciranjang , Bojongpicung , Karangtengah , Cianjur , Warungkondang , Gekbrong , Cilaku , Cibeber , Cugenang , Cipanas , Pacet , Mande , Cikalongkulon , Sukaresmi , Sukaluyu , Agrabinta , dan kecamatan Cidaun”. terangnya.

-Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Ganjar Ramadhan :
– Saya pribadi beserta para anggota DPRD kabupaten Cianjur mendukung penerapan PSBB di Kabupaten Cianjur, walaupun dengan diadakannya PSBB akan berdampak juga pada perekonomian pedagang kaki lima di pasar dan pabrik di Wilayah Cianjur, tapi pemberlakuan PSBB ini demi keselamatan warga Cianjur agar terhindar dari penyebaran virus corona (Covid-19)”. ulasnya.

-Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto :
“Saya mensupport Plt Bupati Cianjur untuk menerapkan PSBB di Kabupaten Cianjur.
Kita melaksanakan penyekatan di jalan raya semata-mata untuk pencegahan atau menekan penyebaran Covid-19.
Dalam melaksanakan penerapan PSBB di kabupaten Cianjur ini, seluruh elemen Forkopimda TNI-POLRI dan masyarakat harus tetap bersinergi dalam pelaksanaannya, juga Dapur umum harus terus berjalan saat buka puasa dan sahur.
Masjid adalah Garda terdepan untuk melawan Covid-19, untuk itu Tempat ibadah di kabupaten Cianjur itu Jangan sampai sepi , usahakan pada setiap selesai sholat ashar , tolong diputar lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Dalam penanganan terdampak Covid -19, untuk Bantuan Sosial dari Korlantas Polri , Polres Cianjur melaksanakan pelatihan selama 3 Bulan untuk Kegiatan Keselamatan Berlalu lintas kepada para pengemudi Angkot, ojeg, becak, andong dan para awak bis yang ada di Cianjur, setelah pelatihan mereka dapat kompensasi Rp.6.00.000,- selama 3 bulan berjalan.
selanjutnya Kita Polres Cianjur membuka Koperasi Primkompol untuk meringankan Beban Masyarakat dengan harga sembako murah.
Kemudian Untuk sanksi , saya tidak setuju diberlakukan saat penerapan PSBB di kabupaten Cianjur.
– Semoga kegiatan ini dapat bermafaat bagi masyarakat Cianjur dan semoga kita selalu di beri keselamatan”. terang Kapolres.

-Dandin 0608 Cianjur Letkol Inf. Rendra Dwi Ardhani :
“Kami intinya mendukung penerapan PSBB di kabupaten Cianjur . Kami Kodim 0608 bersama Polres Cianjur Siap mendukung secara teknis di perbatasan Kabupaten Cianjur dengan melakukan penyekatan di beberapa Kecamatan
– Untuk beberapa sanksi , untuk beberapa toko yang menyalahi jam aturan PSBB tolong cabut saja Ijin nya oleh Pemda untuk beberapa bulan kedepan.
Untuk kesiapan pangan, Kami telah mengecek ketersediaan Stok pangan Beras di Bulog Cianjur dan masih Stabil.
Selanjutnya kepada instansi terkait , untuk Data Bantuan Sosial tolong agar lebih singkron lagi Datanya agar lebih real lagi guna tercipta ketertiban dimasyarakat.
– Kami (Kodim 0608 Cianjur, red) siap mendukung memback up Polres Cianjur selama 1×24 jam untuk pelaksanaan PSBB di Kabupaten Cianjur”.tegasnya

-KAJARI Cianjur :
– Sesuai Data yang kami terima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur itu sangat menghawatirkan, Kami berharap bahwa Jangan sampai penggunaan anggaran penanganan Covid-19 ini tidak efektif, dan agar selalu berkordinasi dengan pihak Rumah Sakit.
intinya Dampak Sosial saat pelaksanaan PSBB ini jangan sampai ada yang menimbulkan kegaduhan di lingkungan Masyarakat”. Ujarnya.

-Sambutan Ketua MUI Kabupaten Cianjur :
“Emang yang paling sulit saat penerapan PSBB adalah disiplin, Kita tidak mudah dalam memberikan masukan kepada masyarakat, maka dari itu dalam memberikan masukan kepada masyarakat itu harus di barengi dengan hati yang sabar dan ikhlas.
Kita bersyukur bahwa Cianjur masih dalam zona kuning , Untuk MUI Kecamatan masing – masing agar bersama-sama untuk bersinergi dengan Aparat agar tidak terjadi gejolak di Masyarakat , di Tempat Peribadahan /Masjid, dan bagi Masjid yang masih melaksanakan kegiatan ibadah agar di perhatikan protokol kesehatannya , karena Kita wajib taat kepada pemerintah ketika pemerintah telah menerapkan PSBB”. pungkasnya

Penulis : KANG BOB

Tinggalkan Balasan